KPK Dikhawatirkan Cuma Jadi Warisan Budaya

    Zakaria Habib - 13 Februari 2020 18:16 WIB
    KPK Dikhawatirkan Cuma Jadi Warisan Budaya
    Eks Komisoner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif. Foto: Medcom.id/Zakaria Habib
    Jakarta: Eks Komisoner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif khawatir Lembaga Antirasuah tak lagi bisa diandalkan. Kepuasan publik terhadap kinerja KPK menurun. 

    "Kalau tren ini turun terus maka KPK akan jadi bangunan seperti Borobudur. Bangunannya cakap dilihat tapi sudah jarang dipakai beribadah. Ibarat cultural heritage, enak dipandang tapi kerjanya kurang," kata Laode di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020. 

    Survei yang dimaksud Laode yakni survei Alvara Research Center. Survei yang menilai kepuasan publik terhadap kinerja lembaga negara di 100 hari kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024 itu menempatkan KPK di posisi lima. 

    Survei menunjukkan penurunan kepercayaan publik setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Lembaga Antirasuah berada di posisi kedua tertinggi pada survei Alvara, Agustus 2019. 

    KPK Dikhawatirkan Cuma Jadi Warisan Budaya
    Ilustrasi KPK. Foto: MI 

    Laode menyebut KPK pernah jadi harapan besar di garis depan pemberantasan korupsi. Itu lantaran KPK dianggap the most effectif anti-corruption agency in the world.

    "Sekarang itu tidak terjadi lagi. Sudah diragukan efektivitasnya," kata dia.

    Laode berharap KPK tetap menjadi nomor satu dalam pemberantasan korupsi. Dia berharap undang-undang baru KPK tetap membuat lembaga 'bergigi' tajam. 

    "Jadi sebenarnya hukum yang jelek itu kalau aparatnya baik, kalau officialnya tulus, ikhlas, Insyaallah akan bagus," kata Laode.





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id