KPK Ngotot Lucas Bersalah

    Candra Yuri Nuralam - 08 April 2021 17:22 WIB
    KPK Ngotot Lucas Bersalah
    Advokat Lucas/Damar Iradat.



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) heran dengan sikap Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan peninjauan kembali (PK) terpidana kasus perintangan penyidikan membantu mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro, Lucas. Lembaga Antikorupsi ngotot Lucas bersalah.

    "KPK sangat yakin dengan alat bukti yang kami miliki, sehingga sampai tingkat kasasi di MA pun dakwaan jaksa KPK, maupun penerapan hukum atas putusan pengadilan tingkat di bawahnya tetap terbukti, menurut hukum secara sah dan meyakinkan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis, 8 April 2021.






    KPK menilai memberikan keringanan kepada pelaku korupsi sama dengan melecehkan sikap antirasuah. Memberi diskon masa tahanan untuk pelaku korupsi juga dinilai mengkhianati rakyat.

    "Diputus bebasnya narapidana korupsi pada tingkat PK tentu melukai rasa keadilan masyarakat," tegas Ali.

    Meski begitu, KPK menghormati putusan PK itu. Lembaga Antikorupsi bakal manut dengan ketentuan MA.

    Baca: Menangkan PK Lucas, KPK Pertanyakan Komitmen MA

    "Sejauh ini kami belum mengetahui apa yang menjadi dasar pertimbangan majelis hakim karena belum menerima putusan lengkapnya," ujar Ali.

    Sebelumnya, Lucas memenangkan PK kasusnya yang diajukannya di MA. Putusan itu diketuk pada Rabu, 7 April 2021 dengan hakim ketua Abdul Latif, dan dua hakim anggota Sofyan Sitompul, dan Salman Luthan. Putusan itu teregister dengan nomor: 78 PK/Pid.Sus/2021.

    Dengan dikabulkannya putusan itu Lucas sudah mendapatkan empat kali potongan masa penjara. Lucas sejatinya divonis tujuh tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Maret 2019.

    Lucas kemudian mengajukan banding dan hukumannya dipangkas menjadi lima tahun. Selanjutnya, dia mengajukan kasasi dan mendapatkan potongan penjara jadi tiga tahun.

    Setelah itu, Lucas mengajukan PK ke MA pada 5 Januari 2021. MA mengabulkan permintaannya itu dan membebaskan Lucas dari segala tudingan.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id