Rizieq Enggan Diperiksa Soal Kasus Tes Usab di RS Ummi

    Cindy - 16 Januari 2021 18:41 WIB
    Rizieq Enggan Diperiksa Soal Kasus Tes Usab di RS Ummi
    Muhammad Rizieq Shihab. MI/Ramdani.


    Jakarta: Muhammad Rizieq Shihab menolak untuk diperiksa terkait kasus tes usab (swab test) covid-19 di RS Ummi. Pihak Rizieq beralasan tengah fokus menghadapi dua kasus yang menjerat dirinya.

    "Pertama, kerumunan Petamburan yang menjadikan dia tersangka dan menyebabkan dia ditahan. Dan kasus kerumunan Mega Mendung," kata Kuasa Hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, saat dihubungi, Sabtu, 16 Januari 2021.




    Aziz mengatakan pemeriksaan Rizieq yang digelar kemarin, 15 Januari 2021, berlangsung singkat. Sebab, Rizieq hanya menyelesaikan proses administrasi penolakan pemeriksaan.

    "Habieb Rizieq menolak diperiksa jadi pemeriksaan sekitar pukul 16.30 WIB, administrasi beres itu Magrib, pukul 18.00 WIB. Jadi beres langsung," ujar dia.

    Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka kasus swab test covid-19 Rizieq rampung kemarin. Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat diperiksa di kediamannya di Bogor.

    Sementara itu, Rizieq Shihab dan Muhammad Hanif Alatas diperiksa penyidik  di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Pemeriksaan terhadap ketiga tersangka selesai Jumat malam. Penyidik tidak menahan Hanif dan Andi.
     
    "Belum dilakukan penahananan (Hanif dan Andi)," ucap Rian.

    Ketiga orang ini ditetapkan sebagai tersangka pada Senin, 11 Januari 2021. Mereka diduga telah menghalangi penanganan wabah penyakit di RS Ummi pada November 2020.

    Baca: Rizieq Shihab Dipindah ke Rutan Bareskrim Polri
     
    Rizieq tidak kooperatif melaporkan diri positif terinfeksi covid-19 saat menjalani perawatan di RS Ummi. Malah, eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu mengumumkan dalam keadaan sehat walafiat kepada publik melalui akun YouTube Front TV.
     
    Sementara itu, Andi Tatat bersekongkol untuk menutup-nutupi Rizieq positif covid-19. Andi Tatat menyampaikan dalam konferensi persnya bahwa Rizieq tidak terinfeksi covid-19.
     
    Hanif Alatas dinilai membantu menutup-nutupi hasil swab test Rizieq. Dia mengaku mendatangi RS Ummi, namun tidak kooperatif melaporkan hasil swab test Rizieq ke Satgas Covid-19.
     
    Ketiga tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular; Pasal 216 KUHP; serta Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana (mengatur soal kabar bohong). Dengan ancaman hukuman masing-masing 1 tahun, empat bulan dua minggu, dan 10 tahun penjara.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id