Penahanan Ambroncius Nababan Diperpanjang

    Siti Yona Hukmana - 16 Februari 2021 15:01 WIB
    Penahanan Ambroncius Nababan Diperpanjang
    Ilustrasi penahanan. Medcom.id



    Jakarta: Bareskrim Polri memperpanjang penahanan tersangka ujaran kebencian yang berujung rasis, Ambroncius Nababan. Penahanan politikus Hanura itu diperpanjang selama 40 hari ke depan.

    "Penahanan diperpanjang karena belum dilimpahkan (ke Kejaksaan)," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.






    Penyidik masih membutuhkan waktu untuk melengkapi berkas perkara Ambroncius. Dia masih harus menjadi tahanan kepolisian hingga 24 Maret 2021.

    Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono meyakini penyidik bakal cepat melengkapi berkas perkara Ambroncius. Namun, dia belum dapat memastikan waktu pelimpahan berkas.

    Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri menetapkan Ambroncius sebagai tersangka pada Selasa, 26 Januari 2021. Penetapan tersangka usai menggelar perkara. Penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menjadikan Ambroncius sebagai tersangka.

    Dia langsung dijemput paksa oleh penyidik ke kediamannya untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Ambroncius menjalani pemeriksaan hingga Selasa malam. Usai diperiksa, Ambroncius langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

    Ambroncius dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Kemudian, Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b ayat (2) UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Kemudian, Pasal 156 KUHP tentang Penodaan Agama. Dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

    Sebelumnya, akun Facebook atas nama Ambroncius Nababan sempat viral. Dia mengunggah konten bersifat rasisme terhadap aktivis Papua Natalius Pigai. Tudingan itu berkaitan dengan foto kolase Natalius Pigai dan gorila yang diunggah oleh Ambroncius Nababan.

    Dalam foto tersebut, Ambroncius menyandingkan foto Natalius Pigai dengan gorila dan kadal gurun. Pada foto juga bertulis narasi.

    "Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat untuk manusia bukan untuk gorilla apalagi kadal gurun. Karena menurut UU Gorila dan kadal gurun tidak perlu divaksin. Paham?" ujar Ambroncius Nababan.

    Ambroncius mengakui mengunggah foto dan narasi bernada rasis itu. Dia menyebut hal itu sebagai bentuk kritik terhadap pernyataan Natalius yang menolak serta tak percaya dengan vaksin Sinovac covid-19. Dia menegaskan unggahan itu bukan untuk melakukan ujaran kebencian atau rasial terhadap aktivis Papua tersebut.

    "Percakapannya saya yang buat, itu saya akui saya yang buat. Sifatnya itu satire (sindiran), kritik satire. Kalau orang cerdas tahu itu satire itu lelucon-lelucon, bukan tujuannya untuk menghina orang apalagi menghina suku dan agama, tidak ada. Jauh sekali, apalagi menghina Papua," ujar dia, Senin, 25 Januari 2021.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id