Fakta Baru PT APM di Tengah Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

    Siti Yona Hukmana - 28 Oktober 2020 10:13 WIB
    Fakta Baru PT APM di Tengah Kasus Kebakaran Gedung Kejagung
    Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2020. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
    Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menemukan fakta baru dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Fakta itu didapati dari pemeriksaan terhadap Direktur PT APM, R. 

    "PT APM sebagai perusahaan cleaning service dipinjam 'bendera' perusahaannya oleh dua orang dengan inisial MAI dan SW," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Ferdy Sambo saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020. 

    Istilah pinjam 'bendera' dibiasa digunakan ketika nama perusahaan dipakai untuk ikut tender pengadaan barang dan jasa (PBJ). Ferdy belum menjelaskan secara gamblang peminjaman 'bendera' PT APM. Penyidik perlu memeriksa MAI dan SW terlebih dahulu. 

    "Keduanya akan diperiksa penyidik pada Selasa, 3 November 2020," ujar jenderal bintang satu itu.

    PT APM menjalin kerja sama dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung, NH, dalam pengadaan minyak pembersih bermerek Top Cleaner. Minyak mengandung fraksi solar itu memicu api menjalar dengan cepat saat kebakaran Sabtu, 22 Agustus 2020. 

    Baca: 7 Tersangka Kebakaran Kejagung Masih Hirup Udara Bebas

    Dalam perkara ini, Polri menetapkan delapan tersangka. Lima di antaranya pekerja bangunan: T, H, S, K, dan IS. Mereka dianggap bersalah karena merokok di Aula Biro Kepegawaian, Lantai 6 Gedung Kejagung. Mandor, UAM, juga menjadi tersangka karena tak mengawasi para tukang.

    Dua tersangka lainnya yakni NH dan R. NH dinilai teledor dalam pengadaan Top Cleaner karena tidak mengecek terlebih dahulu kandungan minyak tersebut. Top Cleaner yang dipasok R telah digunakan selama dua tahun.

    Para tersangka dijerat Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga lima tahun penjara.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id