Pajak Penyuap Angin Prayitno Aji Bakal Dihitung Ulang

    Candra Yuri Nuralam - 05 Mei 2021 04:32 WIB
    Pajak Penyuap Angin Prayitno Aji Bakal Dihitung Ulang
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal menghitung ulang pajak penyuap mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Angin Prayitno Aji. Angin diduga mengatur pajak 'kliennya' agar bisa lebih murah.

    "Sedang dilakukan pemeriksaan ulang untuk melihat adanya potensi penerimaan yang menjadi hak negara yang belum disetorkan ke kas negara," kata Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkeu Sumiyati di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Mei 2021.






    Menurut dia, Kemenkeu akan memastikan para penyuap Angin membayar pajak sesuai dengan nominal kewajibannya. Pajak itu dibutuhkan untuk pembangunan negeri dan penanganan covid-19.

    Sumiyati juga menjamin penghitungan ulang pajak tidak akan diwarnai korupsi lagi. Penghitungan ulang itu bakal dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.

    Baca: Bank Panin Indonesia Diduga Suap Angin Prayitno Aji Rp5,4 Miliar

    "Tim pemeriksa ini tidak hanya terdiri dari pejabat fungsional pemeriksa pajak dari DJP tapi juga melibatkan fungsional penilai pajak, unsur kepatuhan internal, dan juga Inspektorat Jenderal Kemenkeu," ujar Sumiyati.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga diminta terus memantau penghitungan ulang itu. Sumiyati tidak ingin korupsi pajak terjadi lagi di Kemenkeu.

    "KPK juga memberikan informasi yang diperlukan dalam proses pemeriksaan ini," tutur Sumiyati.

    Angin menjadi tersangka bersama dengan lima orang lainnya. Mereka di antaranya Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani; dan dua konsultan pajak PT GMP, Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi.

    Kuasa wajib pajak PT BPI Veronika Lindawati dan kuasa pajak PT JB Agus Susetyo turut menjadi tersangka. Keenamnya diduga kongkalikong memanipulasi pajak demi keuntungan pribadi.

    Angin dan Dadan diduga menyalahgunakan kewenangan dengan mengakomodasi perubahan jumlah kewajiban pajak sesuai keinginan penyuap. Keduanya bersekongkol memeriksa pajak tidak sesuai aturan.

    Angin diduga menerima Rp15 Miliar dari PT GMP selama Januari sampai Februari 2018. Dia juga diduga terima SGD500 ribu dari kesepakatan Rp25 miliar dari PT BPI di pertengahan 2018. Selain itu, dia diduga disogok SGD3 juta dari PT JB pada Juli sampai September 2018.

    Dia dan Dadan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Ryan, Aulia, Veronika, dan Agus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun di 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id