KPK Periksa Saksi Kasus Suap Fasilitas Lapas

    Whisnu Mardiansyah - 13 November 2019 13:17 WIB
    KPK Periksa Saksi Kasus Suap Fasilitas Lapas
    Ilustrasi KPK. Foto: MI.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki kasus suap izin pelesiran terpidana koruptor Tubagus Chaeri Wardana (Wawan). Penyidik memanggil dua pihak swasta. 

    "KPK memanggil Ferdy Prawiradireja, staff marketing PT Dwikarya Cipta Pratama, dan Ari Arifin, dari pihak swasta," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 13 November 2019.

    Keduanya diperiksa terkait pemberian fasilitas dan izin keluar Lapas Klas I Sukamiskin, Bandung. KPK sebelumnya juga memeriksa dua saksi lain.

    Mereka yakni Auditor Muda Inspektorat Wilayah II Kementerian Hukum dan HAM periode 2017 Hari Purwanto diperiksa buat tersangka Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar (RAZ). Serta Executive Lounge Agent Hilton Bandung Rizka Putri diperiksa buat tersangka Tubagus Chaeri Wardana.

    KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah dua eks Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Wahid Husein dan Deddy Handoko. Selanjutnya, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan dua warga binaan, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan eks Bupati Bangkalan Fuad Amin.

    Fuad meninggal saat penyidikan berjalan. KPK fokus menangani perkara yang melibatkan empat tersangka lainnya.

    Lima orang itu diduga terlibat kasus suap pemberian fasilitas sel dan pemberian izin ke luar lapas. Dua mantan Kalapas diduga menerima suap berupa tiga unit mobil serta uang Rp75 juta.

    Mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Sementara, Wawan, Fuad Amin, dan Rahadian sebagai pihak pemberi dalam kasus ini. Wawan dan Fuad disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Penetapan tersangka merupakan pengembangan dari OTT di Lapas Sukamiskin pada 20 Juli hingga 21 Juli 2018. KPK menyita beberapa barang bukti, seperti uang Rp280 juta dan US$1.410 serta satu unit Mitsubishi Trion Exceed hitam dan satu unit Mitsubihi Pajero Sport Dakkar.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id