Novel Baswedan Dicecar 36 Pertanyaan

    Yurike Budiman - 07 Januari 2020 06:38 WIB
    Novel Baswedan Dicecar 36 Pertanyaan
    Penyidik KPK Novel Basweddan diperiksa di Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya hingga Senin,  6 Januari 2020, malam. Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama 10 jam itu, Novel dicecar 36 pertanyaan. 

    "Pertanyaan yang diajukan sesungguhnya lanjutan pemeriksaan beliau (Novel) di Singapura waktu di Kedutaan Besar Singapura," kata kuasa hukum  Novel, Saor Siagian, seusai pemeriksaan.

    Sementara itu, Novel mengatakan keterangan yang ia sampaikan selama pemeriksaan terbilang cukup panjang. Berita acara periksaan (BAP), kata dia, mencapai 18 halaman.

    "Semua (hal) diterangkan," ujar Novel. 

    Novel menegaskan menjawab semua pertanyaan penyidik. Pemberian keterangan terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa menjadi kepentingan dirinya sebagai korban.

    "Tentunya saya berharap proses penyidikan ini berjalan dengan objektif dan sesuai fakta apa adanya," ujar Novel. 

    Terkait dua tersangka yang telah ditetapkan polisi akhir Desember 2019, ia enggan bicara lebih jauh. Dia emoh menduga-duga perihal keyakinannya terhadap para tersangka apakah orang yang sama dengan eksekutor.

    "Karena proses penyidikan berjalan, kita harus hormati. Jangan sampai kemudian hanya menutup atau tidak membuka fakta bahwa penyerangan ini adalah serangan yang sistematis dan terorganisir," pungkas Novel.

    Novel Baswedan disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017. Penyidik senior KPK itu menjadi korban teror usai salat Subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
     
    Pada eranya, eks Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk Tim Pencari Fakta untuk membedah kasus Novel. Tim yang terdiri dari beragam ahli itu menyimpulkan penyerangan ini terkait pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.
     
    Pengusutan kasus Novel kemudian dilanjutkan Tim Teknis yang bekerja mulai Kamis, 1 Agustus 2019. Tim yang berisikan personel dengan beragam kemampuan khusus ini bekerja secara senyap.
     
    Presiden Joko Widodo mengultimatum Kapolri Jenderal Idham Azis, yang baru dilantik Jumat, 1 November 2019, untuk mengungkap penyerang Novel secepatnya. Tersangka RM dan RB akhirnya ditangkap Kamis, 26 Desember 2019.
     
    Dua polisi penyerang Novel itu kini dijebloskan di Rumah Tahanan (Rutan) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk 20 hari pertama. RB sempat berteriak mencela Novel saat hendak masuk mobil tahanan.
     
    "Tolong dicatat saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat," ungkap RB, Sabtu, 28 Desember 2019.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id