Legislator PDIP Mengakui Sampaikan 'Titipan' ke Iwa Karniwa

    M Sholahadhin Azhar - 10 September 2019 03:07 WIB
    Legislator PDIP Mengakui Sampaikan 'Titipan' ke Iwa Karniwa
    Anggota DPRD Jawa Barat, Waras Wasisto diperiksa kasus suap Meikarta - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
    Jakarta: Anggota DPRD Jawa Barat, Waras Wasisto selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politikus PDI Perjuangan itu diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan izin proyek Meikarta milik Lippo Group, yang menjerat Sekretaris Daerah Jawa Barat nonaktif Iwa Karniwa.

    Waras mengatakan ada banyak hal yang diungkapnya kepada penyidik dalam pemeriksaan. Salah satunya, Waras mengaku mengenalkan Iwa kepada eks Kepala Bidang Tata Ruang, Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi Nurlaili.

    "Saya hanya mengenalkan kemudian ada titipan. Kemudian, saya sampaikan sebagaimana amanahnya saja," kata Waras di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 9 September 2019.

    Kendati begitu, Waras berkelit saat disinggung komitmen penyerahan uang berkaitan dengan pencalonan Iwa dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat. Waras mengaku hanya menyampaikan amanah berupa titipan.

    "Titipannya bukan ke saya, tapi ke Pak Leman (Anggota DPRD Bekasi Soleman) ya," dalih Waras.

    Dia juga mengklaim tak ingat nominal titipan tersebut. Namun yang jelas, kata Waras, diperuntukkan membeli banner dan spanduk pencalonan Iwa.

    Hari ini, hanya dua orang yang hadir sebagai saksi untuk Iwa, termasuk Waras. Sementara anggota DPRD Bekasi Soleman, mangkir dalam panggilan hari ini.

    KPK telah menjerat sebelas orang tersangka dalam kasus suap Meikarta. Teranyar, KPK menetapkan Iwa dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto dan Sekretaris Daerah Jabar, Iwa Karniwa sebagai tersangka.

    Iwa diduga menerima Rp900 juta untuk memuluskan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Sedangkan, Bartholomeus merupakan pihak yang ditugaskan PT Lippo Karawaci untuk 'menyelesaikan' izin pembangunan Meikarta dari Neneng Hasanah Yasin yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bekasi.

    Iwa Karniwa disangkakan melanggar Pasal ‎12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Bartholomeus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id