Hukuman Idrus Marham 'Disunat' Jadi 2 Tahun Penjara

    M Sholahadhin Azhar - 03 Desember 2019 18:38 WIB
    Hukuman Idrus Marham 'Disunat' Jadi 2 Tahun Penjara
    Mantan Mensos yang juga mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham resmi menjadi tahanan KPK. Foto: MI/Adam Dwi
    Jakarta: Vonis mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham dipangkas dari lima tahun menjadi dua tahun penjara. Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi yang diajukan Idrus dalam kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

    Putusan dengan nomor register 3681 K/PID.SUS/2019 itu diketok palu, Senin, 2 Desember 2019. Vonis diberikan hakim agung Krisna Harahap, Abdul Latief, dan Suhadi.  

    "Amar Putusan dikabulkan," seperti tertera dalam situs Mahkamahagung.go.id, Selasa, 3 Desember 2019.

    Belum diketahui pasti alasan MA 'mengorting' hukuman eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar itu hingga tiga tahun. Pada pengadilan tingkat pertama, Idrus dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider 2 bulan kurungan.

    Dia bersama politikus Partai Golkar Eni Maulani Saragih dinilai terbukti menerima suap dari bos BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Idrus dan Eni mengantongi uang pelicin Rp2,250 miliar terkait PLTU Riau-1. 

    Vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 5 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan. Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjatuhkan hukuman lima tahun penjara.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id