Bareskrim Bongkar Sindikat Narkoba Malaysia-Indonesia

    Juven Martua Sitompul - 28 Oktober 2019 18:40 WIB
    Bareskrim Bongkar Sindikat Narkoba Malaysia-Indonesia
    Suasana pengungkapan kasus penyelundupan narkoba jaringan Malaysia-Indonesia di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul
    Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar penyelundupan narkoba sindikat Malaysia-Indonesia. Petugas menyita 70 kilogram (kg) sabu dan 40 butir ekstasi yang dibungkus dalam kemasan minuman Milo.

    Petugas juga menyita satu kg ketamin dan empat botol cairan Codeine yang merupakan narkoba golongan II. Kasus ini diungkap berdasarkan informasi dari perusahaan jasa ekspedisi di Jakarta Timur yang menerima kiriman paket sejak Agustus 2019.

    "Akhirnya dibuka satu peti, peti tersebut berisi kemasan susu Milo yang ternyata isinya narkoba sabu kristal warna putih," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.

    Dari hasil analisis intelijen, petugas menemukan target yakni SAR alias Rudi. Rudi ditangkap di Riau, Senin, 7 Oktober 2019. Barang bukti 29 kg sabu dan 30 ribu butir ekstasi disita dari tangannya.

    Tim kembali menangkap tiga tersangka atas nama SFN, RLI, dan BA pada Selasa, 8 Oktober 2019. Ketiganya merupakan orang yang menyerahkan puluhan kilogram sabu kepada Rudi.

    “Dari keterangan ketiga tersangka, mereka disuruh ambil barang bukti tersebut oleh seseorang bernama B alias I,” kata Eko.

    Dari hasil pengembangan, tim menangkap B di sebuah rumah makan pecel lele di Riau. Kepada petugas, B mengaku menyimpan barang bukti yang ditimbun dengan menggunakan kulit kelapa di sebuah perkebunan.

    “Dari lokasi tersebut diamankan 11 kilogram sabu, 11 ribu butir ekstasi, dan empat botol diduga Codeine,” ucap dia.

    Eko mengatakan, berdasarkan hasil interogasi awal, B mengaku disuruh seseorang berinisial RWN alias WN menerima dua karung goni warna coklat yang berisi narkoba dari seorang bernama Anwar. Transaksi keduanya dilakukan di atas kapal (ship to ship).

    Anwar menggunakan speedboat dari Malaysia yang dirapatkan dengan perahu milik B alias I kemudian dilemparkan. “Keduanya yaitu RWN alias WN dan Anwar masih dalam pengejaran,” kata Eko.

    Kelima tersangka dijerat dengan pasal primer, yakni Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Mereka terancanm pidana seumur hidup atau penjara paling sedikit enam tahun, dan paling lama 20 tahun penjara, serta denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

    Kemudian, pasal subsider, yakni Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau penjara lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara, serta denda minimal Rp800 juta dan maksimal Rp8 miliar ditambah sepertiga.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id