KPK Tetapkan 10 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis

    Kautsar Widya Prabowo - 17 Januari 2020 22:52 WIB
    KPK Tetapkan 10 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis
    Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) membeberkan 10 tersangka yang diduga terlibat kasus korupsi pada proyek jalan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan 10 tersangka kasus korupsi proyek jalan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Tahun Anggaran 2013-2015. Tersangka terdiri pejabat proyek, kontraktor, hingga pihak-pihak terkait. 

    Ke-10 orang tersangka itu yakni M. Nasir selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Tirtha Adhi Kazmi, serta delapan orang kontraktor bernama Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Victor Sitorus, dan Suryadi Halim alias Tando.

    Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan penetapan tersangka tersebut setelah ditemukan bukti baru dari penyelidikan sebelumnya. Lembaga Antirasuah menemukan bukti permulaan dugaan tindak  pidana korupsi, baik di dalam proses penganggaran maupun pelaksanaannya.

    "(Tersangka terlibat) pengaturan dalam tender, hasil pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, pekerjaan memiliki kualitas jauh dari yang dipersyaratkan," ujar Firli dalam konfresi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Januari 2020.

    Firli menambahkan, 10 tersangka diduga terlibat dalam korupsi pada empat proyek pembangunan jalan di Kabupaten Bengkalis. Pada proyek pertama, yaitu peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil multi years Tahun Anggaran 2013-2015 dengan kerugian mencapai Rp156 miliar. Pihak yang terlibat adalah Nasir, Handoko Setiono, dan Melia Boentaran. 

    Pada proyek kedua, peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sebanyak Rp126 miliar. Dalam kasus itu terdapat tersangka Nasir, Tirtha Adhi Kazmi, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, dan Firjan Taufa. 

    Kemudian proyek ketiga pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri multi years di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sebesar Rp152 miliar. Tersangka yang terlibat Nasir dan Victor Sitorus.

    Terakhir pada proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri multi years di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian Rp41 miliar. Tersangka yang terlibat yakni Nasir dan Suryadi Halim alias Tando.

    "Hasil perhitungan sementara terhadap keempat proyek tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih sebesar total Rp475 miliar," jelasnya.

    Firli menegaskan pihaknya akan terus mengusut dan mengembangkan kasus korupsi ini. Penanganan perkara ini, katanya sebagai bagian dari upaya KPK untuk mewujudkan pelaksanaan barang dan jasa yang bersih, transparan, dan akuntabel. 

    "Praktik korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa khususnya proyek pembangunan di Kabupaten Bengkalis kami pandang dapat mengganggu upaya pemerintah yang meletakkan pelaksanaan proyek yang bebas dari korupsi sebagai prioritas," ucap dia.

    Atas tindak pidana yang diduga dilakukan, 10 tersangka itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id