Dihipnotis, Duit Rp53 Juta Raib

    Siti Yona Hukmana - 27 Agustus 2019 00:15 WIB
    Dihipnotis, Duit Rp53 Juta Raib
    Musni Muis korban hipnotis. Medcom.id/Siti Yona



    Jakarta: Musni Muis, 77, mengadu ke Polda Metro Jaya terkait kasus tindak pidana pencurian. Ia mengaku jadi korban hipnotis dan duit Rp53 juta miliknya yang tersimpan di bank raib. 

    Musni bercerita, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 26 Juni 2019, sekitar pukul 14.00 WIB. Ketika itu, ia hendak bertransaksi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kawasan Pondok Gede Plaza, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi. Kemudian, ada seseorang yang menawarkan untuk membantu Musni bertransaksi ATM.

     



    "Saya merasa terhipnotis, karena tanpa ragu saya kasih ATM sama kode pin," kata Musni di Mapolda Metro Jaya, Senin, 26 Agustus 2019.

    Menurut Musni, seseorang tersebut memberikan dirinya sebuah kartu ATM, lalu pergi. Setelah tersadar, kartu ATM yang dikembalikan oleh pelaku bukan miliknya. "Setelah dia ambil uangnya dia kembalikan ATM yang bukan punya saya, lalu dia pergi. Habis duit saya hampir Rp53 juta," ungkapnya.

    Pria yang mengaku mantan jurnalis salah satu media cetak itu menyebut telah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pondok Gede. Laporan teregistrasi dengan nomor LP/878/PG/K/VII/2019, tertanggal 3 Juli 2019.

    Ia mengatakan, pihak Polda Metro Jaya memang telah menangkap pelaku dalam kasus yang dialaminya. Namun, kata dia, sosok pelaku yang ditangkap bukan orang yang bersama dia di tempat kejadian perkara (TKP).

    Menurut Musni, wajah pelaku mudah dikenali. Sebab, aksi pelaku tertangkap dalam kamera tersembunyi atau cloced-circuit television (CCTV).

    "Saya sudah lihat pelaku yang ditangkap, bukan dia, beda orangnya. Saya harap polisi segera menangkap pelaku yang bersama saya di ATM itu," imbuhnya.

    Musni juga mengaku kecewa terhadap Bank BCA. Sebab, menurut dia, bank  lepas tangan dan merasa tidak bertanggung jawab atas peristiwa yang dialaminya. Musni mengatakan pihak bank menyebut segala akibat atas penyalahgunaan kartu Paspor BCA dan atau PIN menjadi tanggung jawab pemegang kartu.

    "Orang BCA keterlaluan. Saat saya mengadu, mereka melepas tanggung jawabnya, karena merasa bukan salah dia. Ya orang dirampas dari tangan saya bagaimana?," tutur Musni.

    Kartu ATM yang raib diketahui atas nama istrinyam, Elida. Menurut data pihak bank, setelah kartu ATM itu dicuri telah terjadi lima kali transaksi dan menyisakan saldo Rp32.015.

    Pertama, penarikan tunai di mesin ATM BCA sebesar, Rp50 ribu, lalu penarikan tunai di mesin ATM Bank CIMB Niaga Rp7 juta, transfer ke rekening BCA atas nama Akmal Fauzi Rp25 juta, transfer ke rekening Bank BRI Rp10 juta, dan transaksi debit Rp10.886.400.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id