• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Ahmad Dhani Didakwa Menyebar Ujaran Kebencian

Muhammad Al Hasan - 16 April 2018 22:32 wib
Ahmad Dhani (tengah) menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta
Ahmad Dhani (tengah) menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan, Jakarta. Foto: Antara/Reno Esnir.

Jakarta: Musisi Dhani Ahmad Prasetyo didakwa dengan sengaja menyebarkan ujaran kebencian. Hal itu dilakukan Dhani melalui akun twitternya @AHMADDHANIPRAST yang dibantu oleh temannya Suryopratomo Bimo pada awal tahun 2017.

"Ahmad Dhani bersama saksi Suryopratomo Bimo pada bulan Februari sampai Maret 2017 dengan sengaja dan tanpa hak menyebabkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan sentimen suku, ras, Agama, dan antar golongan (SARA)," kata jaksa penuntut umum (JPU) Dedyng Wibianto di Ruang Sidang Utama Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 16 April 2018.

Dhani mengirim ujaran kebencian itu kepada Suryopratomo melalui aplikasi WhatsApp pada 7 Februari 2017. Suryopratomo selaku admin akun twitter @AHMADDHANIPRAST, kemudian menyalin dan mengunggah pesan Dhani itu ke media sosial.

"Tulisan tersebut berisi, Yang menistakan Agama adalah Ahok, tapi yang diadili KH Ma'ruf Amin," kata Dedying.

Baca: Kicauan Ahmad Dhani Dianggap Kebebasan Berekspresi

Keesokan harinya, Dhani kembali mengirim pesan berunsur ujaran kebencian kepada Suryopratomo melalui WhatsApp. Pesan tersebut disalin dan diunggah di akun twitter milik Dhani. Isi tulisan itu dianggap melecehkan pedukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

"Pesan tersebut berisi, siapa saja yang mendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya," ujar Dedying.

Pada hari yang sama, Dhani juga mencuit, "Sila pertama ketuhanan YME, penista agama jadi gubernur, kalian waras?"

Akibat perbuatannya ini, Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP. Ia diancam hukuman penjara enam tahun dan denda Rp1 miliar. 




(AZF)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.