Ombudsman Sebut Masalah Peradilan Selalu Berulang

Cindy - 10 Januari 2019 19:18 wib
Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu. Foto: Medcom.id/Cindy.
Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu. Foto: Medcom.id/Cindy.

Jakarta: Ombudsman RI menerima 858 laporan malaadministrasi terkait layanan lembaga peradilan. Laporan itu masuk sejak 2016 hingga 2018.
 
Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu mengatakan, laporan tersebut merupakan laporan berulang dengan permasalahan substansi yang relatif sama dari tahun ke tahun.  Masalah itu berulang karena adanya penundaan.
 
Contohnya, penundaan pengiriman salinan putusan Mahkamah Agung (MA) kepada Pengadilan Negeri pengaju. Selain itu, lamanya proses penanganan perkara dan eksekusi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. "Penundaan berlarut ini yang menjadi masalah," kata Ninik, Kamis, 10 Januari 2019.

Baca: Masalah PPDB Menjadi Konsentrasi Ombudsman RI

Ninik juga mengungkap masih adanya laporan malaadministrasi tentang keberpihakan hakim. Namun, pihaknya tidak mempunyai wewenang untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.
 
"Kita tidak bisa tindaklanjuti masalah putusan hakim atau keberpihakan hakim. Jadi pelapor bisa menghubungi lembaga lain yang berwenang," katanya.
 
Ninik menyarankan lembaga peradilan melakukan reformasi peradilan secara terus-menerus. Sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.
 
"Tercatat tahun 2018 saja kami menerima 172 laporan terkait malaadministrasi ini. Baiknya lembaga peradilan lakukan reformasi peradilan," tambahnya. 
 
Pada 2019, Ombudsman RI akan melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan lembaga pengawas. Tujuannya, agar bisa menemukan solusi.




(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.