comscore

Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin

Candra Yuri Nuralam - 04 Februari 2022 23:24 WIB
Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin
Eks penyidik KPK Stepanus Robbin Pattuju. Foto: Medcom.id/Candra yuri Nuralam
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan mantan penyidik Stepanus Robin Pattuju ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas I Sukamiskin. Eksekusi ini menindaklanjuti perintah pengadilan terhadap vonis suap eks penyidik KPK itu.

"Untuk menjalani pidana penjara selama 11 tahun dikurangi dengan masa penahanan yang dijalani," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat, 4 Februari 2022.
Ali mengatakan eksekusi ini dilakukan atas putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 66/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt Pst tanggal 12 Januari 2022 yang sudah berkekuatan hukum tetap. KPK juga bakal menagih pidana denda Rp500 juta ke Robin.

"Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan," ujar Ali.

Lembaga Antikorupsi juga bakal menagih uang pengganti Rp2,3 miliar. Uang pengganti itu wajib dibayar dalam waktu sebulan setelah vonis berkekuatan hukum tetap.

Baca: Hukuman 11 Tahun Penjara Eks Penyidik KPK Berkekuatan Hukum Tetap

KPK bakal merampas harta benda Robin untuk dilelang jika uang pengganti itu tidak dibayar dalam waktu sebulan. Jika harta Robin tidak cukup, hukuman penjaranya bakal ditambah.

"Dalam hal harta bendanya tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun dan lima bulan," tutur Ali.

KPK juga mengeksekusi Pengacara Maskur Husain ke Lapas klas I Sukamiskin bersamaan dengan Robin. Maskur bakal mendekam di sana selama sembilan tahun penjara dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani selama proses hukum berlangsung.

KPK juga bakal menagih denda Rp500 juta ke Maskur. Pidananya penjaranya bakal ditambah enam bulan jika Maskur tidak membayar denda itu dalam waktu sebulan.

KPK juga bakal menagih uang pengganti Rp8,7 miliar dan USD36 ribu ke Maskur dalam waktu sebulan. Jika tidak dibayar, KPK bakal merampas harta bendanya untuk dilelang ke negara.

"Dalam hal harta bendanya tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama tiga tahun," ucap Ali.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id