comscore

Diperiksa Sebagai Terdakwa, Hakim Ultimatum Azis Syamsuddin

Candra Yuri Nuralam - 17 Januari 2022 11:22 WIB
Diperiksa Sebagai Terdakwa, Hakim Ultimatum Azis Syamsuddin
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di Pengadilan Tipikor/Medcom.id/Candra
Jakarta: Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menggelar sidang dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah dengan agenda pemeriksaan terdakwa Azis Syamsuddin. Hakim mengultimatum mantan Wakil Ketua DPR itu.

"Agar saudara memberikan keterangan yang jujur di pemeriksaan ini," kata Hakim Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Senin, 17 Januari 2022.

 



Menurut Damis, sikap jujur Azis bisa menjadi faktor meringankan hukuman. Sebaliknya,  keterangan Azis yang tidak jujur bisa jadi faktor memperberat hukuman.

Azis berjanji jujur memberikan keterangan. Pemeriksaan pun dimulai. "Iya Yang Mulia," kata Azis

Baca: Hakim: Perbuatan Stepanus Robin Merusak Tatanan Penyelenggara Negara

Azis didakwa menyuap mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id