comscore

Hukuman 11 Tahun Penjara Eks Penyidik KPK Berkekuatan Hukum Tetap

Fachri Audhia Hafiez - 21 Januari 2022 16:08 WIB
Hukuman 11 Tahun Penjara Eks Penyidik KPK Berkekuatan Hukum Tetap
Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju tak melakukan upaya banding terhadap vonis 11 tahun penjara yang diterimanya. KPK juga tak melakukan langkah hukum tersebut.

"Saat ini perkara terdakwa Stepanus Robin Pattuju telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Sehingga, jaksa eksekutor KPK segera melaksanakan putusan tersebut," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat, 21 Januari 2022.
Ali mengatakan Robin segera dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan karena tidak ada upaya hukum lanjutan. Dia segera menjalani masa hukuman di balik jeruji besi.

Ali mengatakan KPK meyakini tak mengajukan banding lantaran analisis yuridis fakta hukum di persidangan telah dipertimbangkan. Lembaga Antikorupsi tengah menunggu salinan putusan pengadilan Robin.

"Kami berharap Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat segera mengirimkan salinan petikan putusan perkara dimaksud," ujar Ali.

Robin divonis selama 11 tahun penjara. Dia juga dikenakan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. Robin dituntut 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Robin juga dikenakan membayar uang pengganti Rp2.322.577.000. Bila Robin tak sanggup membayar, akan dipidana selama satu tahun enam bulan penjara.

Robin terbukti bersalah menerima suap terkait penanganan perkara di KPK. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan pengacara Maskur Husain yang juga menjadi pesakitan dalam perkara ini.

Maskur telah divonis sembilan tahun penjara, serta dikenakan denda pidana Rp500 juta subsider enam bulan. Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. Maskur dituntut 10 tahun bui dengan denda serupa.

Baca: Hakim: Perbuatan Stepanus Robin Merusak Tatanan Penyelenggara Negara

Robin disebut terbukti menerima uang suap Rp11 miliar dan USD36 ribu (Rp513 juta). Uang itu didapatkan dari penanganan lima perkara berbeda di KPK.

Robin terbukti melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id