comscore

Ditersangkakan Kejagung, Eks Dirut Taspen Life Ajukan Praperadilan

Tri Subarkah - 13 Mei 2022 14:19 WIB
Ditersangkakan Kejagung, Eks Dirut Taspen Life Ajukan Praperadilan
Mantan Direktur Utama PT Taspen Life Maryoso Sumaryono. Foto: Medcom.id/Siti Yona H
Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Taspen Life Maryoso Sumaryono mengajukan praperadilan setelah ditersangkakan penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung sejak 29 April 2022. Pengajuan praperadilan dilakukan melalui Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Mengutip Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, praperadilan Maryoso selaku pemohon teregistrasi dengan Nomor 37/Pid.Pra/2022/PN JKT. SEL sejak Rabu, 11 Mei 2022. Pihak termohon dalam perkara tersebut adalah Jampidsus  Kejagung casu quo, dalam hal ini Direktur Penyidikan.
Baca: Jadi Tersangka Korupsi, Ini Peran Eks Dirut PT Taspen Life dan Pemilik PT Sekar Jaya

Dalam petitum permohonannya, penasihat hukum Maryoso berkomitmen dengan itikad baik dan semangat mendukung penegakan hukum yang bersih dan bukan dengan semangat rekayasa kriminalisasi. Upaya praperadilan itu disebut bertujuan mengangkat harkat dan martabat serta nilai-nilai kemanusiaan dari Maryoso.

"Selaku individu yang wajib memperoleh pembelaan atas terjadinya abuse of power yang dilakukan terhadap dirinya dan hak yang dimiliki oleh pemohon adalah bahkan sejak pemohon dipanggil untuk didengar keteranganya sebagai saksi incasu terlapor," demikian bunyi petitum permohonan penasihat hukum Maryoso yang dikutip dari laman SIPP PN Jakarta Selatan, Jumat, 13 Mei 2022.

Selanjutnya, pihak Maryoso memohon agar Ketua PN Jakarta Selatan, dalam hal ini hakim yang akan memeriksa perkara tersebut berkenan mengabulkan permohonan praperadilan. Sidang pertama diagendakan pada Jumat, 20 Mei 2022.

Maryoso menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait pengelolaan dana investasi di PT Asuransi Jiwa Taspen antara 2017 hingga 2020. Selain Maryoso, penyidik Jampidsus juga menersangkakan beneficial owner PT Sekar Wijaya Group Hasti Sriwahyuni.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan Maryoso berperan menyetujui investasi pada kontrak pengelolaan dana (KPD) yang dikelola PT Emco Asset Management dengan underlying medium term notes (MTN) Prioritas Finance 2017. Kegiatan tersebut dilakukan tanpa memperhatikan rekomendasi hasil analisis investasi.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id