comscore

Nasib Perkara Munarman Ditentukan 12 Januari 2022

Fachri Audhia Hafiez - 22 Desember 2021 17:12 WIB
Nasib Perkara Munarman Ditentukan 12 Januari 2022
Terdakwa kasus dugaan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan terorisme, Munarman. Foto MI
Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) akan menggelar sidang pembacaan putusan sela terkait kasus dugaan tindak pidana terorisme dengan terdakwa Munarman. Hakim akan memutuskan lanjut atau tidaknya perkara Munarman.

"Majelis telah bermusyawarah, sidang putusan sela akan dibacakan pada Rabu, 12 Januari 2022," kata Ketua Majelis Hakim di PN Jaktim, Rabu, 22 Desember 2021.
Hakim akan menentukan diterima atau tidaknya eksepsi atau nota keberatan Munarman. Jika diterima, persidangan akan dilanjutkan dengan agenda pembuktian yang akan menghadirkan saksi-saksi dan bukti-bukti terkait perkara.

Jaksa penuntut umum (JPU) telah meminta majelis hakim menolak seluruh keberatan Munarman. Perkara Munarman diminta dilanjutkan.

Jaksa juga meminta majelis hakim menyatakan surat dakwaan penuntut umum telah dibuat secara sah menurut hukum. Sehingga, dakwaan tersebut bisa jadi rujukan untuk sidang pembuktian perkara.

"Memohon agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan putusan sebagai berikut, menolak keberatan atau eksepsi dari terdakwa Munarman dan penasihat hukum terdakwa untuk seluruhnya," kata salah satu JPU saat membacakan nota tanggapan atas eksepsi Munarman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rabu, 22 Desember 2021.

Baca: Kubu Munarman Ungkap Alasan Tak Ajukan Praperadilan Setelah Disinggung Jaksa

Pada perkara ini, eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) itu didakwa merencanakan atau menggerakkan orang lain melakukan tindak pidana terorisme. Dia disebut menggunakan ancaman kekerasan yang diduga untuk menimbulkan teror secara luas.

Munarman juga diduga menyebar rasa takut hingga berpotensi menimbulkan korban yang luas. Selain itu, perbuatannya mengarah pada perusakan fasilitas publik.

Aksi Munarman diduga berlangsung pada Januari hingga April 2015. Munarman menggerakkan aksi terorisme di Sekretariat FPI Kota Makassar, Markas Daerah Laskar Pembela Islam (LPI) Sulawesi Selatan, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Sudiang Makassar, dan Pusat Pengembangan Bahasa (Pusbinsa) UIN Sumatra Utara.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id