Mabes TNI Beri Bantuan Kepada Kivlan Zen

    Candra Yuri Nuralam - 22 Juli 2019 13:15 WIB
    Mabes TNI Beri Bantuan Kepada Kivlan Zen
    Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi -- Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta: Markas Besar (Mabes) TNI akan membantu Kivlan Zen yang tengah menjalani proses hukum. Bantuan itu diberikan atas permohonan yang diajukan Kivlan kepada Mabes TNI.

    Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi mengatakan ada dua permintaan dari Kivlan dalam surat permohonannya, yakni penangguhan penahanan dan bantuan hukum. Namun, permohonan penangguhan penahanan tak bisa diberikan.

    "Permohonan bantuan hukum akan diberikan," kata Sisriadi saat dikonfirmasi, Senin 22 Juli 2019.

    Sisriadi mengatakan Kivlan berhak mendapatkan bantuan tersebut. Sebab, bantuan hukum memang diberikan kepada seluruh keluarga purnawirawan TNI.

    "Hal itu diatur dalam Petunjuk Teknis tentang Bantuan Hukum Pidana yang diatur dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1447/XII/2018," ujar Sisriadi.

    Bantuan yang akan diberikan untuk Kivlan berupa pengacara. Pengacara yang dipilih dipastikan memahami kasus Kivlan secara detail.

    "Pendampingan hukum yang diberikan sifatnya advokasi dan pendampingan, sesuai ketentuan hukum acara pidana yang berlaku," tutur Sisriadi.

    Bantuan itu akan diberikan hingga kasus Kivlan selesai. Semua biaya ditanggung oleh Mabes TNI.

    "Artinya, bantuan hukum kepada Pak Kivlan tidak hanya pada saat praperadilan saja, namun juga selama proses hukum sampai adanya keputusan hukum yang bersifat tetap," pungkas dia.

    Kivlan ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal dan kasus makar. Dia ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Selatan.
     
    Dia kemudian melayangkan surat permohonan perlindungan hukum dan jaminan penangguhan penahanan kepada pejabat di bidang pertahanan.

    Permohonan dilayangkan kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto; Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu; Panglima Kostrad Letjen Harto Karyawan; Kepala Staf Kostrad Mayjen Bambang Taufik; dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen I Nyoman Cantiasa.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id