Kuasa Hukum Kecewa Kerja TPF Novel Baswedan

    Ilham Pratama Putra - 17 Juli 2019 17:59 WIB
    Kuasa Hukum Kecewa Kerja TPF Novel Baswedan
    Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK), Koalisi Masyarakat Sipil, Amnesty Internasional Indonesia dan tim penasihat hukum Novel Baswedan - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
    Jakarta: Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK), Koalisi Masyarakat Sipil, Amnesty Internasional Indonesia dan tim penasihat hukum Novel Baswedan kecewa atas kerja Tim Pencari Fakta (TPF). Tim dinilai gagal mengungkap pelaku penyerangan Novel.

    "Tim kuasa hukum menyatakan kekecewaan kami yang sebesar-besarnya. Kami mengatakan bahwa tim satgas bentukan Polri telah gagal total untuk menjalankan mandatnya," kata kuasa hukum Novel Baswedan, Arif Maulana di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.

    Arif menilai Polri sama sekali tak mampu mengungkap nama pelaku. Baik pelaku lapangan maupun pelaku intelektual.

    "Yang menyedihkan lagi, hari ini kita justru melihat ada statement laporan yang menyudutkan korban. Mas Novel disebut menyalahgunakan wewenang. Atas dasar apa Polri sebut itu?," Kata Arif.

    Manajer Amnesty Internasional Indonesia Puri Kencana Putri mengaku tak heran dengan rilis Polri hari ini. Amnesty sejak awal pesimis dengan kinerja Polri.

    (Baca juga: TPF Kasus Novel Tak Temukan Bukti Keterlibatan Saksi)

    "Kami merasa tim satgas ini tidak akan mampu mengungkap. Tim yang dibentuk ini tim yang bukan jadi harapan Mas Novel maupun kuasa hukum. Kami mengharapkan adanya TGPF independen di bawah Presiden," kata Puri. 

    Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak menemukan bukti keterlibatan saksi dalam kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Hal ini sudah dipastikan TPF dalam pemeriksaan selama 6 bulan.
     
    "TPF tak temukan bukti saksi terlibat," kata salah satu anggota tim pakar TPF Nur Kholis dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juli 2019.
     
    Menurut dia, saksi yang diperiksa ialah MHH, MO, MYO, dan ML. Dia tak memerinci identitas maupun pajabat para saksi. Namun, TPF telah menguji ulang alibi para saksi dalam kasus ini. 

    Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu menjabarkan dalam memastikan alibi para saksi, TPF menjalankan reka ulang dan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). Namun, bukti keterlibatan mereka tak didapatkan.

    (Baca juga: Tim Teknis Teror Novel Baswedan Bekerja Senyap)
     



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id