Eks Anggota DPRD Yogya 'Dikorek' Soal Suap Jaksa

    Fachri Audhia Hafiez - 29 November 2019 12:04 WIB
    Eks Anggota DPRD Yogya 'Dikorek' Soal Suap Jaksa
    Ilustrasi KPK. Foto: MI.
    Jakarta: Anggota DPRD Kota Yogyakarta periode 2014-2019 Sujanarko dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sujanarko bakal diperiksa terkait kasus dugaan suap lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta pada 2019.

    "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi buat tersangka ES (Eka Safitra, jaksa di Kejaksaan Tinggi Negeri Yogyakarta)," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 29 November 2019.

    KPK juga memanggil Asisten Perekonomian Pemerintah Kota Yogyakarta Kadri Renggono. Ia bakal dikonfirmasi penyidik buat kasus dan tersangka yang sama. 

    Eka Safitra ditetapkan tersangka bersama seorang jaksa di Kejari Surakarta, Satriawan Sulaksono. KPK juga menjerat Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram), Gabriella Yuan Ana.

    KPK menduga Satriawan mengenalkan Eka pada salah satu pengusaha yang akan mengikuti tender proyek rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo, Yogyakarta, Gabriella. Eka merupakan anggota Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah (TP4D).

    Keduanya diduga mengatur proses pemenangan tender proyek dengan pagu Rp10,89 miliar buat dimenangkan salah satu perusahaan milik Gabriella. Perusahaan yang dimenangkan yakni PT Widoro Kandang (WK) dengan kontrak kerja Rp8,3 miliar.

    Eka diduga meminta jatah lima persen dari nilai proyek. Penyerahan uang dilakukan tiga kali. 
     
    Pemberian pertama Rp10 juta pada 16 April 2019, kemudian Rp100.870.000 pada 15 Juni 2019. Serta pemberian ketiga Rp110.870.000 pada 19 Agustus 2019. Pemberian bagian dari realisasi tiga persen dari nilai proyek. 

    Sedangkan sisa fee dua persen direncanakan diberikan setelah pencairan uang muka pada minggu keempat Agustus 2019. Uang disita KPK dalam giat operasi senyap. 

    Eka dan Satriawan sebagai pihak penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Sedangkan Gabriella Yuan Ana sebagai pihak pemberi disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id