Kabar Tidak Lolosnya Pegawai KPK Jadi ASN Tak Perlu Diperdebatkan

    Achmad Zulfikar Fazli - 05 Mei 2021 12:53 WIB
    Kabar Tidak Lolosnya Pegawai KPK Jadi ASN Tak Perlu Diperdebatkan
    Ketua Setara Institute Hendardi/MI/Rommy Pujianto



    Jakarta: Ketua Setara Institute Hendardi menilai alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) merupakan hal biasa. Ketentuan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK itu diminta tidak lagi diperdebatkan.

    “Kabar tidak lolosnya sejumlah pegawai KPK dalam alih status menjadi ASN adalah hal biasa dan tidak perlu memantik perdebatan,” kata Hendardi kepada wartawan, Rabu, 5 Mei 2021.






    Sejumlah pegawai KPK, termasuk Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Novel Baswedan, dikabarkan tak lolos seleksi alih status menjadi ASN. Namun, Hendardi meyakin tes yang dilakukan panitia penyelenggara sudah memenuhi prosedur.

    “Tes ASN biasa dilakukan secara kuantitatif dan objektif, termasuk biasanya menggunakan vendor pihak ketiga,” ujarnya.

    Kabar tidak lolosnya Novel dan sejumlah pegawai KPK menjadi ASN menuai polemik. Sebagian pihak mengkritik hasil tes tersebut.

    Salah satunya ialah Indonesia Corruption Watch (ICW). Lembaga tersebut menyayangkan kabar pemecatan Novel karena gagal dalam tes wawasan kebangsaan untuk pengalihan status menjadi ASN.

    Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menilai upaya pemecatan itu direncanakan sejak lama. Tes wawasan kebangsaan merupakan alat untuk memecat mereka.

    Baca: KPK Minta Masyarakat Tak Termakan Isu Pemecatan Novel Baswedan

    Sementara itu, KPK meminta masyarakat tenang menyikapi kabar pemecatan pegawai KPK yang tak lolos alih status menjadi ASN. "Kami menegaskan agar media dan publik berpegang pada informasi resmi kelembagaan KPK," kata Sekretaris Jenderal KPK Cahya H Harefa melalui keterangan tertulis, Selasa, 4 Mei 2021.

    Cahya mengakui hasil tes sudah diterima KPK pada 27 April 2021. Komisi Antirasuah menyambangi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk mengambil hasil itu.

    Namun, belum ada yang mengetahui hasil tes tersebut. Hasilnya masih terkunci rapat.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id