Oknum Penyidik KPK yang Memeras Pejabat Daerah Sama Bejatnya dengan Koruptor

    Adri Prima - 22 April 2021 19:04 WIB
    Oknum Penyidik KPK yang Memeras Pejabat Daerah Sama Bejatnya dengan Koruptor
    Ilustrasi penyidik KPK saat pengeledahan. Foto: MI/Panca Syurkani



    Jakarta: Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan kalau oknum penyidik KPK yang suka memeras pejabat daerah sama bejatnya dengan para koruptor yang ditangkap KPK. 

    Seperti yang ramai diberitakan, seorang oknum penyidik KPK yaitu AKP SR memeras Wali Kota Tanjungbalai, Syahrial sebesar Rp 1,5 miliar. Polisi dan KPK kemudian menangkap AKP SR pada Selasa 20 April lalu. Saat ini AKP SR ditahan di propam Polri. 






    Maka dari itu, IPW meminta KPK untuk memperlakukan sang oknum layaknya koruptor yakni dengan memasangkan rompi berwarna oranye serta dipajang di depan media massa. 

    "IPW mendesak KPK segera memakaikannya rompi oranye dan digelar di depan media massa. Jangan sampai AKP SR hanya dikenakan sidang etik dan kembali aktif menjadi polisi. Padahal kejahatan yang diduga dilakukannya telah menghancurkan kepercayaan publik pada KPK dan lebih bejat dari koruptor itu sendiri," kata Neta S Pane dalam keterangan tertulis dikutip Kamis 22 April 2021. 

    Neta menambahkan hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera bagi penyidik lainnya. Karena jika sanksi yang diberikan hanya berupa pemecatan maka sama sekali tidak memberikan efek jera sehingga ada kemungkinan kejadian yang sama akan kembali terulang di kemudian hari. 

    "Jika sudah begini buat apa lagi ada KPK di negeri ini? Bukankah KPK dibubarkan saja karena tidak bisa menjaga marwahnya. Sebab itu biar ada efek jera, AKP SR harus dikenakan rompi oranye serta dipajang di depan media, seperti koruptor lainnya. Jika KPK tidak berani melakukan tindakan tegas, bukan mustahil kejahatan serupa dari internal KPK akan berulang," sambung Neta. 

    Tindakan oknum yang mencoreng nama baik KPK bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya juga pernah ada pada Januari 2020 lalu, saat personil KPK berinisial IGAS mencuri barang bukti, berupa emas seberat 1,9 kg yang berujung sanksi pemecatan. 

    Sementara itu, KPK sendiri menegaskan tidak akan melindungi oknum penyidiknya. "Kami memastikan memegang prinsip zero tolerance," tegas Ketua KPK Firli Bahuri melalui keterangan tertulis, Rabu, 21 April 2021. 

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id