Kompolnas Setuju Irjen Napoleon Dipindah ke Lapas Cipinang

    Siti Yona Hukmana - 09 Oktober 2021 19:34 WIB
    Kompolnas Setuju Irjen Napoleon Dipindah ke Lapas Cipinang
    Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Soegiarto Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte. MI/Susanto



    Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyetujui upaya Polri memindahkan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang. Jenderal bintang dua itu kini ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri.

    "Sepakat, karena pangkatnya jenderal bintang dua dan masih polisi aktif," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Sabtu, 9 Oktober 2021.

     



    Poengky menilai penempatan Irjen Napoleon di Rutan Bareskrim berpotensi menimbulkan rasa takut dan segan para penjaga tahanan yang notabene bintara polisi. Selain itu, berpotensi membuat takut tahanan lain.

    "Misalnya saudara MK (M Kece), yang ketakutan setelah sudara NB (Napoleon) diduga mengajak beberapa tahanan lain menganiaya sudara MK," ujar Poengky.

    Poengky mengatakan sudah seharusnya mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri itu dipindahkan ke tempat penahanan lain. Hal itu sebagai upaya pencegahan peristiwa penganiayaan kembali terulang.

    "Agar tidak mengulangi aksi-aksi kekerasan yang diperbuatnya di Rutan Bareskrim," ungkap juru bicara Kompolnas itu.

    Bareskrim Polri mengusulkan terdakwa kasus suap dan penghapusan red notice buron Djoko Soegiarto Tjandra itu dipindahkan ke Lapas Cipinang. Usulan disampaikan ke Mahkamah Agung (MA).

    "(Irjen Napoleon) tahanan hakim, sedang kami koordinasikan untuk dipindahkan ke Lapas Cipinang," kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Jumat, 8 Agustus 2021.

    Saat ini, Irjen Napoleon Bonaparte tengah menunggu putusan kasasi dari MA. Dia divonis empat tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan dalam sengkarut kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra.

    Usulan pemindahan Napoleon ini lantara dia kerap berulah di Rutan Bareskrim. Napoleon menganiaya tersangka penghinaan agama Muhammad Kosman alias M Kece pada Kamis, 26 Agustus 2021.

    Berdasarkan hasil penyelidikan, Napoleon memukul M Kece karena merasa berkuasa di rutan. Dia merupakan perwira tinggi (Pati) Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal alias bintang dua. Sementara, sejumlah petugas di rutan berpangkat jauh di bawahnya.

    Irjen Napoleon ditetapkan tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap M Kece. Dia dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Dia terancam lima tahun enam bulan penjara.

    Teranyar, Napoleon diduga megintimidasi dan mengancam pengusaha Tommy Sumardi. Tommy juga terdakwa dalam kasus suap Djoko Tjandra.

    Pengacara Tommy, Dion Pongkor, mengeklaim kliennya diancam akan dibunuh Napoleon. Hal itu melatarbelakangi perbincangan Tommy dan Napoleon yang direkam dan beredar di tengah masyarakat.

    "(Tommy) di bawah tekanan. Daripada digebuk, bukan cuma digebuk, dia jawab. Pak Tommy oh ini daripada dibunuh, katanya. Saya ikutin saja mau dia," kata Dion saat dikonfirmasi, Kamis, 6 Agustus 2021.

    Dalam rekaman suara itu menyatakan Napoleon tidak menerima sama sekali uang haram dari Tommy. Rekaman itu dibagikan ke awak media. Rekaman suara disebar setelah Napoleon mengeluarkan surat terbuka yang isinya teriakan "Aku Bukan Koruptor".

    Baca: Takut Dipukul Lagi, M Kece Minta Maaf ke Irjen Napoleon
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id