comscore

Viral Geledah Ponsel Warga, Aipda Ambarita Dimutasi

Siti Yona Hukmana - 19 Oktober 2021 14:55 WIB
Viral Geledah Ponsel Warga, Aipda Ambarita Dimutasi
Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan (kiri). Medcom.id/Theo
Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran memutasi Banit 51 Unit Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Timur Aipda Monang Parlindungan Ambarita. Aipda Ambarita sempat viral di media sosial, Twitter, karena menggeledah ponsel remaja.

"Iya benar (mutasi itu)," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi, Selasa, 19 Oktober 2021.
Ramdhan tak mau menjelaskan secara rinci terkait mutasi Aipda Ambarita. Dia mempersilakan tanya lebih lanjut ke Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Sementara itu, Yusri belum mau bicara soal mutasi Aipda Ambarita. Dia akan menyampaikan usai konferensi pers siang nanti.

"Jam 13.00 WIB, saya konpers di Krimum, nanti saja ya," ujar Yusri.

Pemutasian jabatan Aipda Ambarita tertuang dalam surat telegram (ST) nomor: ST/458/X/KEP./2021, pada 18 Oktober 2021. Ambarita dipindah sebagai Bintara Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya.

Selain Ambarita, Kapolda Metro juga memutasi Aiptu Jakaria. Banit 9 Unit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu dimutasi sebagai Bintara Bid Humas Polda Metro Jaya. Belum diketahui pasti penyebab pemutasian Aiptu Jakaria.

Sebelumnya, Aipda Ambarita menggeledah seorang remaja dalam pemberantasan kejahatan jalanan beberapa waktu lalu. Aksi itu terekam gawai dan viral di media sosial Twitter pada Sabtu, 16 Oktober 2021.

Dalam video, terlihat seorang remaja tidak terima ponselnya diperiksa anggota polisi Bripka Rustamaji. Remaja itu menyebut informasi dalam ponsel itu rahasia pribadinya. Dia juga tidak melakukan kejahatan.

Baca: Buntut Rachel Vennya, Polda Metro Usut Kasus Mafia Karantina Kesehatan

Kemudian, Aipda Ambarita datang menjelaskan penggeledahan ponsel merupakan salah satu kewenangan kepolisian dalam pemeriksaan identitas. Ambarita menanyakan undang-undang yang mengatur tentang privasi kepada remaja tersebut. Bahkan, dia menantang pemuda itu untuk adu data siapa benar dan salah dalam pemeriksaan ponsel.

"Tugas polisi memeriksa identitas, enggak dibuat di situ memeriksa KTP tapi identitas. Tahu kau defenisi identitas, nah pengenalan identitasnya ini (ponsel). Harus tahu kami siapa kau, kalau ada rencana pembunuhan di situ (ponsel), emang saya kenal dengan kau," kata Ambarita dengan nada dan gestur menyudutkan.

Aipda Ambarita geram dengan remaja itu karena mempermasalahkan pemeriksaan ponsel. Padahal, dia dan anggotanya tidak mempermasalahkan soal SIM dan STNK.

"Kau masalah kecil saja kau permasalahkan. Biar saya ajarin kau. Makanya kau belajar, kalau kau pernah nonton cari datanya apa sih kayak gini, belajar kau, jangan bola aja tonton kau. Orang Indonesia itu harus pintar, jangan katanya, katanya. Kalau enggak ada datanya little knowledge could be dangerous, sedikit pengetahuanmu akan berbahaya," kata Ambarita sambil teriak marah-marah.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id