Burhanuddin Mengakui Kelemahan Intel Kejagung Soal Djoko Tjandra

    Anggi Tondi Martaon - 29 Juni 2020 15:47 WIB
    Burhanuddin Mengakui Kelemahan Intel Kejagung Soal Djoko Tjandra
    Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Jaksa Agung ST Burhanuddin mengakui jajaran intelijennya lemah dalam mengendus keberadaan Djoko Soegiarto Tjandra. Tak heran, buronan kasus dugaan korupsi cassie Bank Bali, itu masih leluasa keluar masuk Indonesia.

    Djoko bahkan sempat mengunjungi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) pada 8 Juni 2020. Warga negara Papua Nugini itu mendaftarkan pengajuan kembali (PK) atas kasus yang menjeratnya.

    "Ini jujur kelemahan intelijen kami," kata Burhanuddin dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.

    Burhanuddin kesulitan menangkap Djoko. Padahal, Korps Adhyaksa sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi untuk menangkap Djoko.

    Burhanuddin memastikan kelemahan intelijen ini akan menjadi bahan evaluasi. Dia juga sudah memerintahkan jajarannya terus mengendus dan sesegera mungkin mengeksekusi Djoko.

    Baca: Jaksa Agung Perintahkan Jajarannya Segera Eksekusi Djoko Tjandra

    Dia juga heran dengan keleluasaan Djoko keluar masuk Indonesia. Pihak Imigrasi seharusnya memberikan informasi atas kedatangan Djoko ke Indonesia.

    "Kami tidak menyalahkan siapa pun tapi pencekalan terpidana seharusnya tetap dan tidak terbatas hingga tertangkap," ujar dia.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id