Polisi Gagalkan Pengedaran Narkoba Rp19,2 Miliar

    Siti Yona Hukmana - 06 Februari 2020 15:14 WIB
    Polisi Gagalkan Pengedaran Narkoba Rp19,2 Miliar
    Kepala Unit (Kanit) 5 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Budi Setiadi. Foto: Medcom.id/Siti Yona
    Jakarta: Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan pengedaran narkotika jenis happy five atau nimetazepam. Sebanyak 38.400 butir happy five seharga Rp19,2 miliar disita.

    "Ini temuan besar. Hasil yang kita sita ini senilai Rp19,2 miliar," kata Kepala Unit (Kanit) 5 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Budi Setiadi, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020. 

    Penggagalan diawali informasi masyarakat pada akhir Januari 2020, yang menyebut kiriman narkotika jenis happy five akan masuk ke Indonesia. Polisi menyelidiki informasi narkotika yang dikabarkan datang dari Taiwan itu.

    Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial E di Jalan Tembaga Dalam, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu, 1 Februari 2020. E yang merupakan kurir narkotika ini ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB. 

    Polisi Gagalkan Pengedaran Narkoba Rp19,2 Miliar
    Ilustrasi barang bukti happy five. Foto: Medcom.id/Siti Yona

    Namun, dalam penangkapan itu polisi tidak menemukan barang bukti. Petugas langsung menuju ke rumah kontrakan tersangka E di Jalan Tembaga Dalam 2 Nomor 78, Kelurahan Harapan Mulya, Kemayoran, Jakarta Pusat yang berjarak tidak jauh dari lokasi penangkapan. 

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, ada barang bukti ditemukan di kediaman E. Rinciannya, satu buah koper warna hitam berisi 32 bungkus model seperti bungkus permen dengan motif pita dan logo 'love'. Kemudian, dalam satu bungkus berisi 30 sasetan permen warna merah bergambar bendera Inggris.

    "Dalam satu saset isinya 40 butir Nimetazepam atau H-5. Jika 30 dikalikan 40 jadi 1.200. Nah, jika 1.200 dikalikan 32 total keseluruhan sebanyak 38.400 butir Nimetazepam atau h-5," rinci Yusri. 

    Tersangka E dikenakan Pasal 62 Undang-Undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Dengan ancamam hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp200 juta.

     



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id