BNN Periksa Legislator Palembang Pengedar Sabu

    Siti Yona Hukmana - 26 September 2020 01:45 WIB
    BNN Periksa Legislator Palembang Pengedar Sabu
    Ilustrasi penahanan. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Anggota DPRD Palembang berinisial D tiba di Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Jakarta Timur pada Kamis malam, 24 September 2020. Politikus Partai Golkar itu tidak langsung diperiksa atas kasus peredaran sabu yang menjeratnya.

    "Kita menunggu info lanjut dari penyidik, tapi pasti segera diperiksa," kata Kepala Biro Humas Protokol BNN Brigjen Sulistyo Pudjo kepada Medcom.id, Jumat, 25 September 2020.

    Sulistyo mengatakan pihaknya telah menahan anggota DPRD Palembang tersebut. Menurut Sulistyo, wakil rakyat itu berperan penting dalam peredaran narkoba di Palembang.

    "Tim mengamankan 5 kilogram sabu dan 30 ribu butir ekstasi yang melibatkan wakil rakyat berinisial D," ungkap jenderal bintang satu itu.

    D ditangkap di tempat usaha jasa laundry miliknya di Jalan Riau 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 1, Kota Palembang pada Selasa, 22 September 2020, sekitar pukul 07.00 WIB. D ditangkap bersama lima tersangka lain berinisial W, A, Y, J, dan M.

    Baca: Baca: Legislator Palembang Pemilik 5 Kg Sabu Residivis Narkoba
     
     

    Penangkapan D berawal dari penangkapan dua orang kurir berinisial W dan A saat menerima paket berisi 30 ribu butir pil ekstasi dari Y di kawasan Pasar Macan Lindung Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang pada Selasa, 22 September 2020. Y mengaku mengantarkan barang haram itu atas perintah suaminya, J.

    J ditangkao di kediamannya di Jalan Buyut Tampah, Bukit Baru, Palembang. Penyidik BNN disebut menemukan 1 kilogram sabu yang disimpan di dalam anak tangga rumah.

    "Pasangan suami istri ini mengaku diperintah oleh D untuk menyimpan narkotika tersebut," beber Sulistyo.

    Baca: Legislator Pemilik 5Kg Sabu Akan Dijerat Pasal Pencucian Uang

    Pengembangan dilakukan, hingga akhirnya  penyidik menangkap D. Saat penangkapan penyidik BNN menemukan 4 kilogram sabu yang disimpan di atas lemari kerja.

    "D berperan mengendalikan para kurir sebagai kaki tangannya. Sementara D bekerja sama seorang pemodal yang tinggal di Medan berinisial M," tutur Sulistyo.
     
     

    Penyidik langsung memburu M dan menangkapnya di Jalan Raya Batu Bara, Kab. Batu Bara, Sumatera Utara. Selanjutnya para tersangka dibawa ke kantor BNN Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Keenam tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keenam tersangka terancam maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

    (SUR)
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id