Sampel Janin Hasil Praktik Aborsi Ilegal Diselisik

    Siti Yona Hukmana - 18 Februari 2020 15:51 WIB
    Sampel Janin Hasil Praktik Aborsi Ilegal Diselisik
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Polisi mengirim sampel janin hasil praktik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat, ke pusat laboratorium forensik (Puslabfor). Sampel janin yang diketahui dibuang ke tangki septik itu akan diselisik polisi.

    "Kita sudah ambil sampelnya dan sudah kita bawa ke laboratorium forensik (labfor), saat ini kita tengah menunggu hasilnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020. 

    Yusri mengatakan, tersangka membuang janin ke dalam tangki septik dan disiram menggunakan bahan kimia dengan tujuan menghilangkan barang bukti. Pengecekan dilakukan guna mengetahui cairan kimia yang digunakan.

    Yusri menyebut penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk memenuhi berkas perkara. 

    "Ada saksi keluarga sudah diperiksa, sekarang ini tim memeriksa beberapa saksi ahli," ungkap Yusri.

    Sampel Janin Hasil Praktik Aborsi Ilegal Diselisik
    Tersangka praktik aborsi ilegal. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana

    Subdirektorat Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap klinik aborsi ilegal pada Senin, 10 Februari 2020. Tiga tersangka diamankan.

    Ketiga tersangka itu, yakni seorang dokter berinisial MM, bidan berinisial RM dan tenaga administrasi berinisial SI. Ketiga tersangka merupakan residivis dan kini telah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

    Mereka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undnag-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Ancaman hukumannya, di atas 10 tahun penjara.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id