Ahli Pidana Sebut Penetapan Tersangka Rizieq Sesuai Prosedur

    Cindy - 08 Januari 2021 15:55 WIB
    Ahli Pidana Sebut Penetapan Tersangka Rizieq Sesuai Prosedur
    Muhammad Rizieq Shihab. MI/Ramdani.
    Jakarta: Ahli Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI), Eva Achjani Zulfi, menyebut penetapan tersangka Rizieq Shihab sesuai prosedur. Polisi bisa menetapkan Rizieq sebaga tersangka tanpa pemeriksaan awal sebagai saksi.

    Ini disampaikan Eva saat dihadirkan sebagai saksi ahli oleh Polda Metro Jaya dalam sidang lanjutan gugatan praperadilan Rizieq Shihab. Eva menyebut dalam sebuah tindak pidana ada dua jenis saksi, yakni saksi yang melihat atau mendengar dan saksi yang mengalami tindak pidana itu sendiri.

    Saksi yang mengalami tindak pidana dapat berupa korban atau pelaku. Sehingga saksi pelaku dapat ditetapkan sebagai tersangka bila tidak ada orang lain dalam tindak pidana tersebut.

    "Dalan konteks teoritis, jika menetapkan orang sebagai tersangka, dia yang ada ditempat itu, bahkan dalam tindak pidana tidak ada orang lain kecuali pelaku, maka dia adalah saksi dalam tindak pidana. Itu awalnya dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka," kata Eva di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 8 Januari 2021.

    Eva mencontohkan penetapan tersangka terhadap pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Pelaku tersebut tidak dapat dihadirkan dalam penyidikan, namun bisa ditetapkan sebagai tersangka.

    "Kalau tidak pernah diperiksa itu bisa tergantung pada alat bukti yang lain, karena alat bukti sudah sangat kuat untuk menuntut," ujar dia.

    Menurut dia, pemeriksaan saksi terhadap Rizieq tak lagi diperlukan bila polisi telah mengantongi alat bukti yang kuat. Sehingga, penetapan tersangka Rizieq sudah sesuai prosedur.

    Baca: Polisi Hadirkan 3 Saksi Ahli di Sidang Praperadilan Rizieq

    Sebelumnya, tim kuasa hukum Rizieq Shihab menilai terdapat kesalahan prosedur penetapan tersangka terhadap kliennya dalam kasus kerumunan di Petamburan. Kuasa hukum Rizieq Shihab, Muhammad Kamil Pasha, mengatakan Rizieq ditetapkan tersangka tanpa pemeriksaan awal sebagai saksi.

    "Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, pemohon belum pernah sekali pun diperiksa sebagai saksi, saksi-saksi lain yang dipanggil terutama dari pihak DPP FPI pun juga belum pernah memberikan keterangan sebagai saksi dihadapkan pemohon," kata Kamil di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 4 Januari 2021.

    Rizieq Shihab mendaftarkan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan. Permohonan praperadilan didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 15 Desember 2020.

    Tim advokasi juga mengugat penahanan Rizieq di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Permohonan praperadilan terdaftar dengan Nomor 150/Pid.Pra/2020/PN.Jkt.Sel.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id