ICW: KPK Mesti Evaluasi Penyidik untuk Ringkus Koruptor Elite

    Fachri Audhia Hafiez - 25 November 2020 18:26 WIB
    ICW: KPK Mesti Evaluasi Penyidik untuk Ringkus Koruptor Elite
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam meringkus terduga koruptor dipengaruhi kualitas penyidiknya. Komisioner KPK diharap mengevaluasi penyidik yang menangani kasus tetapi belum membuahkan hasil.

    "Ke depan harus ada evaluasi dari pimpinan (KPK) terhadap Deputi Penindakan (Karyoto). Deputi Penindakan (evaluasi) ke penyidik-penyidik lain," ujar peneliti ICW Kurnia Ramadhana saat dikonfirmasi, Rabu, 25 November 2020.

    Menurut dia, evaluasi mesti menyentuh ke berbagai satuan tugas (satgas) di lingkungan KPK. Hal ini penting dilakukan untuk menilai satgas yang tidak mampu mendeteksi pelaku kejahatan lain, misalnya buronan Harun Masiku.

    Baca: Tak Ditangkap KPK, Ngabalin Mengaku Bukan Pengguna Anggaran

    "ICW mendesak agar tim itu dibubarkan diganti dengan tim yang punya track record baik sepanjang 2020 ini," ucap dia.

    Kurnia mengapresiasi KPK menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Keberhasilan ini dinilai buah dari penyidik yang mampu menangani kasus di lingkungan eksekutif.

    Kasus Edhy Prabowo ditangani penyidik Novel Baswedan. Selain Edhy, Novel menangani kasus korupsi eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi beserta menantu Rezky Herbiyono.

    "Beberapa kasus ke belakang yang berhasil meringkus buronan ataupun elite dari eksekutif itu merupakan penyidik yang berhasil meringkus Nurhadi dan Rezky Herbiyono," ujar Kurnia.

    Edhy dan istri, Iis Rosita Dewi, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu dini hari. KPK menyasar ke sejumlah tempat, yakni Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten; dan Depok, Jawa Barat.

    Sebanyak 17 orang telah ditangkap, antara lain Edhy, Iis, serta beberapa pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan pihak swasta. Dalam penangkapan itu, KPK menyita barang bukti berupa kartu debit ATM.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id