Peran Piter Rasiman di Korupsi Jiwasraya Diselisik dari 2 Saksi

    Siti Yona Hukmana - 26 November 2020 07:35 WIB
    Peran Piter Rasiman di Korupsi Jiwasraya Diselisik dari 2 Saksi
    Ilustrasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). MI/Ramdani
    Jakarta: Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa dua saksi untuk menyingkap kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (persero). Keduanya dikorek untuk menggali peran tersangka Pieter Rasiman dalam rasuah tersebut.

    "Mereka adalah Direktur Utama PT Utama Daya Kapital, Wijaya Mulya, dan Direktur PT Utama Daya Kapital, Krisnawati Purwaningrum," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Hari Setiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 26 November 2020.

    Penyidik juga memeriksa satu tersangka korporasi, PT Tresure Fund Investama, yang diwakilkan Direktur Utama Dwinanto Amboro. Pemeriksaa dua saksi dan satu tersangka ini dilakukan pada Rabu, 25 November 2020.

    "Pemeriksaan ini dianggap perlu, karena diduga mengetahui tentang jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI)," ungkap Hari.

    Baca: Kejagung Telusuri Pengelolaan Investasi Jiwasraya dari Mulut 3 Saksi

    Kejagung menetapkan Piter Rasiman sebagai tersangka pada Senin, 12 Oktober 2020. Piter diduga mendirikan delapan perusahaan untuk menempatkan uang dari Jiwasraya.

    Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fakhri Hilmi, dan 13 korporasi sebagai tersangka. Perbuatan pejabat OJK dan 13 korporasi ini menyebabkan kerugian negara Rp12,157 triliun.

    Berikut 13 korporasi yang terseret kasus Jiwasraya beserta kerugian negara yang disebabkan:
    1. PT Dana Wibawa Management Investasi menyebabkan kerugian negara Rp2,027 triliun,
    2. PT Oso Management Investasi menyebabkan kerugian negara Rp521,1 miliar,
    3. PT Pinekel Persada Investasi menyebabkan kerugian negara Rp1,815 triliun,
    4. PT Millenium Danatama menyebabkan kerugian negara Rp676 miliar,
    5. PT Prospera Aset Management menyebabkan kerugian negara Rp1,297 triliun,
    6. PT MNC Asset Management menyebabkan kerugian negara Rp480 miliar,
    7. PT Maybank Aset Management menyebabkan kerugian negara Rp515 miliar,
    8. PT GAP Capital menyebabkan kerugian negara senilai Rp448 miliar,
    9. PT Jasa Capital Asset Management menyebabkan kerugian negara Rp226 miliar,
    10. PT Corfina Capital menyebabkan kerugian negara Rp706 miliar,
    11. PT Teasure Fund Investama menyebabkan kerugian negara senilai Rp1,216 triliun,
    12. PT Sinar Mas Asset Management menyebabkan kerugian negara Rp77 miliar,
    13. PT Pool Advista menyebabkan kerugian negara Rp2,142 triliun.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id