Berkas Enam Tersangka Kebakaran Kejagung Dibagi Tiga

    Siti Yona Hukmana - 12 November 2020 21:16 WIB
    Berkas Enam Tersangka Kebakaran Kejagung Dibagi Tiga
    Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2020/Antara/Aditya Pradana Putra
    Jakarta: Polisi melimpahkan berkas perkara enam tersangka kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Keenamnya yakni, lima tukang T, H, S, K, dan IS; serta mandor, UAM.

    "Penyidik telah mengirimkan berkas perkara tahap I khusus untuk kelompok pekerja dengan tiga berkas perkara," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 12 November 2020. 

    Awi menyebut untuk berkas perkara pertama ada empat tersangka, yaitu T, H, K dan S. Kemudian, berkas perkara kedua ada satu tersangka yaitu IS, dan berkas perkara ketiga ada satu tersangka yakni UAM.

    Baca: Saksi Ahli dari LKPP Diperiksa Terkait Kebakaran Kejagung

    "Berkas perkara enam tersangka pagi tadi (Kamis, 12 November 2020) kita limpahkan ke Kejaksaan pada pukul 07.00 WIB," ungkap Awi. 

    Awi mengatakan penyidik telah berkoordinasi dengan jaksa peneliti. Harapannya, berkas perkara tahap I dinyatakan lengkap dan bisa lanjut ke tahap II, yakni menyerahkan tersangka dan barang bukti.

    "Tentunya kasus masih berlanjut, bagaimana nanti perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut sesuai dengan koordinasi kami dengan penyidik Dittipidum Bareskrim Polri," kata jenderal bintang satu itu. 

    Polisi menetapkan delapan tersangka. Sebanyak dua lainnya adalah Direktur Utama (Dirut) PT APM, RS, dan Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung, NH.

    Kedelapan tersangka dianggap bertanggung jawab atas kebakaran Gedung Kejagung yang menyebabkan kerugian Rp1,12 triliun. Sebanyak lima tukang merokok saat bekerja, mandor dinyatakan lalai mengawasi pekerjanya. 

    Pejabat Kejagung dianggap tidak mengecek kandungan minyak lobi atau minyak pembersih merek Top Cleaner yang mengandung fraksi solar. Sedangkan Dirut PT APM selaku produsen minyak berbahaya yang tidak memiliki izin edar. 

    Mereka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.  

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id