Proyek Jembatan Waterfront City Riau Diduga Nihil Studi

    Fachri Audhia Hafiez - 15 Oktober 2020 05:48 WIB
    Proyek Jembatan Waterfront City Riau Diduga Nihil Studi
    Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri memberikan keterangan kepada media di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa site engineer Muhammad Palestine terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan Jembatan Waterfront City Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau, pada 2015-2016. Proyek itu diduga dikerjakan tanpa studi vibrating wire strain gauge (VWSG) yang layak.

    "Diduga pekerjaan VWSG itu tidak didukung oleh studi terkait perencanaan yang sesuai," kata pelaksana tugas (plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Menurut dia, pemasangan VWSG menjadi salah satu item pekerjaan sistem monitoring pada pembangunan jembatan itu. Diduga ada penyalahgunaan terkait pemasangan VWSG.

    KPK belum memerinci lebih jauh terkait temuan tersebut. Penyidik masih mendalami dugaan unsur rasuah lain dalam perkara ini.

    Kasus ini bermula saat Pemerintah Kabupaten Kampar mencanangkan beberapa proyek strategis. Hal ini di antaranya pembangunan Jembatan Bangkinang atau yang kemudian disebut Jembatan Waterfront City.
     
    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Waterfront City Dinas PU Kampar sekaligus tersangka, Adnan (ADN), diduga bertemu dengan tersangka lainnya Manajer Wilayah 2 PT Wijaya Karya (Wika) atau Ketua Komite Manajemen PT Wika-Sumindo JO, I Ketut Suarbawa (IKS), dan beberapa pihak lain di Jakarta pada pertengahan 2013. Adnan menginfokan soal desain jembatan dan engineer's estimate (anggaran perkiraan proyek) kepada I Ketut Suarbawa.

    Baca: Peran Kongkalikong 2 Tersangka Korupsi Jembatan Waterfront City Riau Diusut

    Mereka kongkalikong agar proyek tersebut ditangani perusahaan I Ketut Suarbawa. Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kampar mengumumkan lelang dimenangkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

    Adnan diduga menerima Rp1 miliar atau 1 persen dari nilai kontrak. Kerugian keuangan negara diduga mencapai Rp39,2 miliar dari total nilai proyek pembangunan Jembatan Waterfront City tahun jamak 2015 dan 2016, Rp117,68 miliar.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id