Mahfud MD: Bodoh Jika Kita Tak Menagih Aset BLBI

    Anggi Tondi Martaon - 29 April 2021 13:20 WIB
    Mahfud MD: Bodoh Jika Kita Tak Menagih Aset BLBI
    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Istimewa



    Jakarta: Pemerintah ingin memaksimalkan penagihan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pemerintah berusaha mengembalikan hak negara lewat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI.

    "Bodoh kita membiarkan (aset) sebesar Rp110,4 triliun itu. Harus ditagih," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PATK) Forum RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Pantaskah Masuk Prioritas, Kamis, 29 April 2021.






    Dia menyebut upaya penagihan aset BLBI ini menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA). Lembaga yudikatif tertinggi negara itu memutuskan perkara BLBI merupakan ranah perdata.

    "Putusan MA sudah ada, kalau kita diamkan enggak mungkin," ungkap dia.

    Dia mengkritik pendapat sebagian pihak yang protes kasus BLBI menjadi permasalahan perdata. Menurut dia, kritik tersebut mendukung para obligor merampok uang negara.

    "Maka saya katakan ada orang yang tidak setuju ini ditagih berarti setuju (uang negara) digarong oleh obligor atau debitur," sebut dia.

    Baca: Pemerintah Segera Eksekusi Aset BLBI

    Mahfud berharap pemulihan aset BLBI bisa maksimal. Sehingga, upaya memperkecil kerugian negara bisa dilakukan.

    "Itu sebenarnya (alasan) pemerintah membentuk tim," ujar dia.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Satgas diisi pejabat lintas sektor. Pembentukan satgas tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id