Tersangka Dana Kemah Dirilis Usai Kampanye Terbuka

    Siti Yona Hukmana - 27 Maret 2019 16:14 WIB
    Tersangka Dana Kemah Dirilis Usai Kampanye Terbuka
    Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Jakarta: Polisi akan merilis penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia usai kampanye terbuka Pemilu 2019. Pasalnya, saat ini, personel banyak dikerahkan untuk kegiatan pengamanan kampanye.

    "Saat kampanye terbuka kami fokus pengamanan dulu, karena anggota terserap untuk kegiatan pengamanan. Namun, kita sudah sidik semua. Tinggal penetapan tersangka, menyelesaikan berkas dan menyerahkan ke jaksa untuk di teliti," kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan kepada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019.

    Bhakti mengatakan semua saksi sudah selesai diperiksa. Hanya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Irfannus Rahman dan Bendahara Pemuda Muhammadiyah Fuji Abdurrohman yang belum diperiksa.

    "Hampir semuanya sudah diperiksa, kecuali yang mangkir-mangkir kemarin," ujar Bhakti.

    Sebelumnya, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan akan memanggil paksa Irfannus Rahman dan Muhammadiyah Fuji Abdurrohman jika kembali mangkir pada panggilan ketiga. Pasalnya, mereka sudah dua kali tak memenuhi panggilan polisi.

    "Ya, kalau nanti dia tidak hadir tanpa alasan yang jelas kita akan hadirkan dengan surat perintah pembawa (jemput paksa)," ujar Adi Deriyan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Maret 2019. 

    Namun, Adi belum mengatakan kapan surat panggilan ketiga dikirimkan. Ia mengaku saat ini tengah menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    "Nantilah. Kita fokus dulu dalam hal penghitungan kerugian negara, karena ketika itu sudah muncul, nilainya sudah disepakati oleh para auditor kita akan tetapkan tersangka," tukas dia.

    Kasus ini akan dimulai lagi usai kampanye terbuka, termasuk penetapan jumlah kerugian negara. Saat ini kampanye terbuka sudah memasuki hari keempat. Kampanye terbuka ini dilakukan sejak Minggu, 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019. 

    Sejauh ini, polisi telah memeriksa belasan saksi di Yogyakarta dan dua orang dari pihak Pemuda Muhammadiyah. Dua saksi itu adalah mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak dan Ketua Panitia Acara Kemah dan Apel Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani. 

    Baca: Panitia Kemah Catut Tanda Tangan Dahnil Anzar

    Kasus dugaan korupsi dana kemah telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.

    Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena merasa dituding menilap uang. Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu dengan alasan tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaa (LHP) BPK.

    Kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kemenpora dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Anshor. Masing-masing organisasi diberikan dana Rp2 miliar untuk menggelar acara tersebut.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id