Bantu Eddy Sindoro, Petugas Imigrasi Dapat Rp30 Juta

Nur Azizah - 10 Januari 2019 20:10 wib
Mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro menggunakan rompi
Mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro menggunakan rompi tahanan KPK - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Andi Sofyar mengakui mendapat duit Rp30 juta karena membantu mengecek status cegah mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Duit sudah dikembalikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pertama (dikembalikan) Rp10 juta, kedua Rp20 juta," kata Andi saat bersaksi di sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019. 

Andi bercerita, ia diminta oleh Ground staff Air Asia bernama Dwi Hendro Wibowo untuk mengecek status cegah penumpang pesawat atas nama Eddy Sindoro. Saat dicek, kata Andi, nama Eddy tidak ada dalam daftar orang yang dicegah ke luar negeri. Menurut Andi, pengecekan ini dilakukan sebelum 29 Agustus 2016. 

Andi lalu melapor kepada Hendro kalau status Eddy di imigrasi berwarna hijau. "Kalau hijau artinya tidak ada pencekalan," ucap Andi. 

Setelah itu, Hendro meminta Andi untuk menjemput Eddy Sindoro. Andi mengaku diimingi upah Rp50 juta.

Andi mengaku sempat ragu lantaran upah yang ditawarkan sangat besar. Ia lalu mengecek profil Eddy Sindoro di internet dan mendapati informasi kalau Eddy adalah orang yang sedang dicari KPK. "Saya sempat bilang ke Hendro dan ingin mundur," kata Andi. 

Andi kemudian diajak bertemu Hendro dan sekretarisnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Setelah itu, Andi diajak ke Mal Lippo Karawaci di Tangerang dan dibelikan telepon genggam Samsung tipe A6. Andi juga diberi duit Rp30 juta. 

Dalam kasus ini, Andi dihadirkan sebagai saksi sidang lanjutan Lucas, yang didakwa menghalangi penyelidikan terhadap Eddy Sindoro. Lucas didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(AGA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.