comscore

Salah Paham Berujung Kematian

Yakub Pryatama Wijayaatmaja - 24 Januari 2022 10:25 WIB
Salah Paham Berujung Kematian
Ilustrasi TKP. Medcom.id
"Maling, maling, maling, maling, maling woy!," teriak salah satu pengemudi motor yang terus mengejar HM, 80.

Aspal jalanan di Jalan Pulo Kambing dan langit malam itu jadi saksi betapa beringasnya warga mengejar HM.
HM mengemudikan mobilnya dengan kencang guna menghindari kejaran dari warga. Hal itu bisa terlihat dalam video viral pengejaran terhadap HM yang diduga maling mobil di media sosial.

Aksi HM yang semakin tancap gas sontak membuat warga semakin memintanya segera turun dari mobil. Teriakan 'maling-maling', hingga 'woy kejar-kejar' semakin berderu kencang.

Beberapa kali, pemotor yang mengejar HM juga memukuli kaca dan bodi mobil menggunakan helm.

Tak bisa terbayangkan bagaimana perasaan HM saat diuber-uber bak maling oleh banyak warga. Bahkan, satu mobil polisi juga melakukan pengejaran terhadap HM.

Terpantau mobil polisi itu juga mengeluarkan tembakan peringatan. Hingga akhirnya, HM tertangkap dan meregang nyawa setelah dihakimi massa di Jalan Pulo Kambing, kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu dini hari, 23 Januari 2022.

Warga menghajar HM lantaran dikira mencuri mobil di wilayah Tebet, Jakarta Selatan. Tanpa tanya apa pun, massa langsung menghakimi HM hingga tewas.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqaffi, menyatakan ada salah paham soal peristiwa tersebut. Setelah diusut, pengemudi yang tewas dihakimi massa ternyata bukan pencuri mobil.

"Bukan pencurian, jadi informasi dari Tebet atau Pulogadung dia bawa mobil ngebut diteriaki maling hingga dikejar," ujar Ahsanul, Minggu, 23 Januari 2022.

Pengemudi yang ketakukan dan panik justru ngebut. Hal itu membikin massa meneriakinya maling.

"Ternyata saat diteriaki jadi timbul massa. Saat kami cek identitasnya, pengemudi tersebut lengkap identitasnya. Enggak ada pencurian, itu salah," ujar dia.

Miris, polisi tidak bisa menyelamatkan HM dari amukan massa. Nyawanya melayang karena salah paham dan polisi terlambat mengambil tindakan.

Ahsanul menyebut pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Menurut keterangan saksi, HM diduga menyerempet sebuah motor dan tancap gas untuk kabur.

Tanpa tedeng aling-aling warga melakukan pengejaran. Namun, tanpa berpikir panjang, warga meneriaki HM sembari mengejarnya dengan sebutan maling.

"Korban Terus diteriakin. Korban itu sudah tak bisa dengar karena sudah sepuh," papar Ahsanul.

Dia memastikan ada salah paham dalam kejadian itu. Pihaknya juga sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk anak korban.

"Intinya ini ada salah persepsi. Korban juga sudah sepuh, jadi enggak mendengar, kelahiran 1933," ungkap dia.

Terkait sikap main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga membuat Polres Jakarta Timur bergegas untuk mencari pelaku pengeroyokan hingga tewas.

"Sejauh ini sudah diperiksa saksi-saksi, semoga secepatnya bisa terungkap pelakunya," tegasnya.

Baca: Salah Paham Dikira Curi Mobil, Lansia Dihakimi Warga Hingga Tewas
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id