Muafaq Wirahadi Divonis 1,5 tahun Penjara

    Candra Yuri Nuralam - 07 Agustus 2019 16:15 WIB
    Muafaq Wirahadi Divonis 1,5 tahun Penjara
    Suasana sidang pembacanaan vonis terdakwa kasus suap jual beli jabatan Kementerian Agama Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.



    Jakarta: Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik Muafaq Wiradi divonis 1,5 tahun penjara. Majelis hakim menilai Muafaq terbukti menyuap dalam kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama.

    "Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan pidana denda Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara," kata Hakim Ketua Hariono saat membacakan putusan kasus jual beli jabatan Kementerian Agama di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar, Rabu 7 Agustus 2019.

     



    Hakim juga mengabulkan permintaan Muafaq untuk berkolaborasi dalam membongkar kasus jual beli jabatan ini. Permintaan itu turut meringankan vonis Muafaq.

    "Mengabulkan permohonan pelaku yang bekerja sama (justice colaborator) terhadap terdakwa Muafaq Wirahadi," ujar Hariono.

    Baca: Pejabat Kementerian PUPR Divonis 6 Tahun Penjara

    Dalam kasusnya Muafaq diberatkan lantaran tidak mendukung pemerintah untuk mencegah korupsi. Sedangkan, hal yang meringankan adalah Muafaq berperilaku sopan dalam persidangan, masih punya tanggungan keluarga, terus terang menyesali perbuatannya, dan mau berkolaborasi membongkar kasus ini.

    Muafaq dan Haris Hasanudin ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Romi disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.

    Romi menerima suap Muafaq dan Haris. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.

    Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Muafaq juga dijerat Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id