Kasus Dirut Garuda Tak Dilempar ke KPK

    M Sholahadhin Azhar - 06 Desember 2019 06:39 WIB
    Kasus Dirut Garuda Tak Dilempar ke KPK
    Garuda Indonesia. Foto : AFP.
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyerahkan kasus penyelundupan Harley Davidson yang melibatkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara, kepada Bea Cukai. Kasus itu tak akan dilempar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Kita tunggu saja pidana, kita tunggu saja proses kerja dari Bea Cukai," kata staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga, di Kantor KPK, Kamis, 5 Desember 2019.

    Menurut Arya, kasus Ari Ashkara lebih memenuhi unsur pidana penyelundupan, bukan korupsi. Dengan begitu, kasus tidak bisa ditangani lembaga antirasuah. Kementerian BUMN juga mengambil langkah cepat dengan mencopot Ari Ashkara.

    "Pak Erick Thohir tidak memukul bawah tapi langsung memukul pucuk pimpinannya," kata Arya.

    Arya mengatakan tindakan tegas terhadap pucuk pimpinan PT Garuda Indonesia merupakan bentuk komitmen memperbaiki BUMN. Tindakan ini juga sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk menata ulang BUMN. Arya menegaskan penanganan kasus penyelundupan ini tak boleh berlarut dan menjadi polemik.

    Arya menegaskan kasus penyalahgunaan wewenang semacam ini harus jadi yang terakhir. Makanya, Kementerian BUMN ingin menguatkan peran komisaris perusahaan plat merah.

    Menurut Arya, Menteri BUMN Erick Thohir ingin figur komisaris punya peran sentral dalam mengembangkan BUMN. Komisaris bakal punya wewenang mewah dengan mengaudit total BUMN yang menjadi unit kerja masing-masing.

    "Merekalah (komisaris) jadi perpanjangan tangan kementerian untuk audit," kata Arya.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id