Miryam Dicecar Mengenai Pertemuan dengan Markus Nari

    Fachri Audhia Hafiez - 09 Oktober 2019 18:07 WIB
    Miryam Dicecar Mengenai Pertemuan dengan Markus Nari
    Sidang terdakwa Markus Nari. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Eks anggota Komisi II DPR, Miryam S Haryani, dicecar mengenai pertemuan dengan terdakwa kasus penganggaran dan pengadaan barang jasa paket penerapan KTP berbasis elektronik (KTP-el) Markus Nari. Markus sempat meminta Miryam mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

    "Apakah Pak Markus pernah datang ke kantor Anda (PT Mata Group)?" tanya jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Burhanuddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Oktober 2019.

    "Seingat saya sekali," jawab Miryam.

    Miryam mengaku tak ingat jelas waktu pertemuan itu. Ia membantah pertemuan membahas mengenai perkara KTP berbasis elektronik (KTP-el). 

    "Waktu ngobrol di Komisi II saya tahu dia insinyur. Saya iseng tanya tentang rancangan tanah buat saya, katanya boleh, lalu (Markus) datang ke kantor saya, ya sudah," ujar Miryam.

    Keterangan itu bertolak belakang dengan dakwaan Markus. Dalam dakwaan, Miryam disebut diminta mencabut BAP oleh Markus pada 17 Maret 2017. Kompensasinya, Markus menjamin keluarga Miryam.

    Miryam memenuhi permintaan Markus. Saat bersaksi untuk terdakwa pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, ia mencabut keterangan mengenai aliran dana proyek KTP-el termasuk penerimaan Markus senilai USD400 ribu.

    Markus didakwa merintangi secara langsung atau tidak langsung pemeriksaan anggota DPR Miryam S Haryani dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Miryam dan Sugiharto merupakan terpidana kasus KTP elektronik.

    Markus didakwa melanggar Pasal 21 atau Pasal 22  jo Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id