Komisioner Wahyu Setiawan Bakal Disidang Etik

    Whisnu Mardiansyah - 14 Januari 2020 15:29 WIB
    Komisioner Wahyu Setiawan Bakal Disidang Etik
    Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
    Jakarta: Dewan Kehormatan Pemilu Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang etik terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Status Wahyu yang dalam proses pengunduran diri tak berpengaruh.

    "Peradilan etik ini tetap jalan tetap menilai karena kejadian itu terjadi saat ia menjadi komisioner aktif," kata pelaksana tugas Ketua DKPP Muhammad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2019.

    Menurut dia, status Wahyu masih komisioner selama belum ada surat keputusan (SK) pemberhentian dari Presiden Joko Widodo. Saat sidang besok, status Wahyu Setiawan juga masih komisioner.

    "Kan dia baru mengundurkan diri berdasarkan informasi yang kita lihat di media," jelas Muhammad.

    DKPP tidak bisa menolak bila ada laporan pelanggaran etik penyelenggara pemilu. Kasus Wahyu Setiawan pun sudah memenuhi syarat untuk digelar sidang etik.

    "Jadi pelaporan itu diatur dalam undang-undang siapa saja masyarakat peserta pemilu pemantau, kita dalam posisi tidak bisa menolak laporan," jelas dia.

    Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melaporkan Wahyu Setiawan ke DKPP. Hal ini terkait dugaan kasus dugaan suap yang menjerat Wahyu.

    Ketua Bawaslu Abhan mengatakan laporan itu dilakukan karena ada dugaan pelanggaran kode etik oleh Wahyu dalam proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR. Kasus itu terjadi usai pertemuan tripartit antara Bawaslu, KPU, dan DKPP.

    Bawaslu berinisiatif membuat laporan dugaan pelanggaran kode etik. Abhan menerangkan langkah ini dilakukan demi menjamin kepastian status dari Wahyu selaku anggota KPU yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Terkait dugaan pelanggaran kode etik ini, kami sepakat melaporkannya ke DKPP," kata Abhan di keterangan tertulis, Jumat, 10 Januari 2020.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id