Penyelundupan Benih Lobster Ganggu Ekosistem

    Theofilus Ifan Sucipto - 13 Agustus 2019 20:14 WIB
    Penyelundupan Benih Lobster Ganggu Ekosistem
    Benih lobster selundupan. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut penyelundupan benih lobster senilai Rp8,5 miliar merugikan negara. Aksi ini juga mengancam ekosistem laut.

    "Penangkapan itu membuat stok benih lobster di laut menurun karena sudah terjadi overeksploitasi di alam, makanya perlu dikendalikan," kata Kepala Bidang Harmonisasi dan Penindakan Pelanggaran Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Budi Sugianti di Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Menurut dia, eksploitasi benih lobster yang belum bisa dikembangbiakkan akan membuat spesies ini bisa punah. Pasalnya, tingkat kematian lobster setelah tahap benih atau larva, yaitu poslarva cukup signifikan, sebesar 50 persen. 

    Hal ini dinilai bakal berdampak pada ketersediaan lobster. Pemerintah, kata Budi, harus mengimpor lobster untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Dia menjelaskan lobster yang bisa dikembangbiakkan adalah lobster yang berbobot di atas 200 gram. Lobster ini boleh dijual.

    "Di bawahnya, tidak boleh. Apalagi bertelur atau undersize," tutur dia. 

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut kasus ini memiliki kendali berbeda dibanding narkoba. Kasus benih lobster kerap tak didukung regulasi di negara penerima, sedangkan untuk narkoba, setiap negara memiliki regulasi yang sama.

    "Regulasi (benih lobster) di Indonesia sangat kuat, tapi ketika di Singapura belum ada. Sebanyak apa pun yang dikirim pasti ditampung dari Indonesia, ke Vietnam, China," beber Dedi.

    Sindikat penyelundup benih lobster dibekuk polisi. Nilai sumber daya ikan (SDI) dari  benih lobster yang hendak diboyong ke luar negeri itu mencapai Rp8,5 miliar. 

    Baca: Dua Tersangka Penyelundupan Benih Lobster Bermukim di Singapura

    "Bareskrim Polri berhasil mengungkap benih lobster jenis pasir sebanyak 57.058 ekor dan jenis mutiara sebanyak 203 ekor," kata Kepala Subdirektorat (Kasubdit) IV Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Kombes Pol Parlindungan Silitonga.

    Penyelundupan tersebut dilakukan di tiga tempat kejadian perkara (TKP) di Lampung. Kepolisian menangkap 10 orang tersangka.

    Mereka dikenakan yang Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Mereka terancam pidana penjara paling lama enam bulan dan denda paling banyak sebesar Rp1,5 miliar.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id