Empat Eks Legislator Lampung Tengah Divonis 4 Tahun Penjara

    Fachri Audhia Hafiez - 10 Januari 2020 01:11 WIB
    Empat Eks Legislator Lampung Tengah Divonis 4 Tahun Penjara
    Sidang pembacaan vonis empat mantan anggota DPRD Lampung Tengah. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Empat mantan anggota DPRD Lampung Tengah divonis empat tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider satu bulan kurungan. Keempatnya ialah Achmad Junaidi Sunardi, Raden Zugiri, Zainuddin dan Bunyana.

    "Menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," ujar Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020.

    Majelis hakim juga memberikan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik dipilih selama tiga tahun. Selain itu, permohonan justice collaborator (JC) Zainuddin dan Bunyana ditolak, lantaran tak memenuhi persyaratan.

    Para legislator dinilai terbukti menerima suap dari Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa. Pemberian dilandasi niat Mustafa agar Junaidi mengondisikan DPRD Lampung Tengah menyetujui rencana pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp300 miliar.

    Achmad Junaidi diyakini menerima uang bertahap total Rp1,2 miliar. Uang digunakan buat kepentingan pribadi Junaidi, salah satunya membayar utang.

    Raden Zugiri menerima uang secara bertahap Rp1,5 miliar. Uang diserahkan buat kepentingan fraksi partainya. Kemudian dibagi-bagikan ke tiga anggota DPRD Lampung Tengah lainnya. Sugiri disebut menikmati uang Rp265 juta.

    Zainuddin disebut menerima Rp1,58 miliar. Uang sejumlah Rp1,5 miliar diserahkan demi kepentingan fraksi partainya. Sementara sisanya digunakan buat kepentingan pribadi.

    Bunyana menerima Rp2,08 miliar. Dari total tersebut, Rp2 miliar dibagikan ke sejumlah pihak di DPRD Lampung Tengah. Sisanya, dinikmati Bunyana. 

    "Bahwa pertimbangan hukum diatas maka menurut majelis hakim perbuatan para terdakwa tersebut dapat dikwalifisir sebagai perbuatan memenuhi semua unsur menerima hadiah atau janji, demikian unsur menerima atau janji telah terpenuhi dan ada dalam perbuatan dalam diri terdakwa," kata hakim.

    Keempatnya terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.




    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id