Heru Hidayat-Sonny Widjaja Sempat Ketemu Bahas Investasi ASABRI

    Achmad Zulfikar Fazli - 13 September 2021 23:27 WIB
    Heru Hidayat-Sonny Widjaja Sempat Ketemu Bahas Investasi ASABRI
    Suasana sidang lanjutan kasus dugaan korupsi di PT ASABRI, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta. Dok. Istimewa



    Jakarta: Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dan mantan Dirut PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), Sonny Widjaja, disebut beberapa kali bertemu mambahas keuangan ASABRI. Heru dan Sonny membicarakan komitmen menambal kerugian investasi ASABRI sebesar Rp1,1 triliun.

    "Ada pertemuan untuk membicarakan komitmen pembayaran Heru Hidayat," kata saksi dari komite investasi, Hari, dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi di PT ASABRI, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin, 13 September 2021.

     



    Hasil investasi ASABRI di masa kepemimpinan Adam Damiri diketahui selalu minus. Dalam konstruksi perkara ASABRI, investasi perusahaan pelat merah itu jebol hingga merugi Rp22,7 triliun.
     
    Salah seorang tim kuasa hukum Sonny Widjaja, Heru Buwono, tak menampik pertemuan kliennya dan Heru. Namun, dia menegaskan pertemuan itu untuk menyelamatkan keuangan ASABRI.

    "Kepentingan Pak Sonny Widjaja melakukan upaya-upaya untuk selamatkan ASABRI dengan melakukan komitmen tertentu, pihak-pihak yang akan selamatkan ASABRI," kata Heru.

    Menurut dia, sebelum Sonny Widjaja menjabat dirut, banyak masalah di ASABRI. Salah satunya hasil investasi yang bolong hingga triliunan.

    Heru mengatakan kliennya berupaya memperbaiki permasalahan itu. Dengan iktikad baiknya, Sonny langsung memerintahkan komite investasi membuat analisis dan cara menyelesaikan masalah lama di ASABRI.

    "Upaya Pak Sonny melakukan komitmen dengan sejumlah pihak. Nah sebelum pelaksanaan komitmen tadi, terjadi case lain seperti Jiwasraya sehingga komitmen dari para pihak itu tidak bisa terlaksana," terang dia.

    Dalam kesempatan berbeda, Sonny mengaku pasrah dengan kasus yang membelitnya. Namun, dia tak mau membuka pihak yang memfasilitasi pertemuannya dengan Heru.

    Termasuk, dugaan jebakan pada dirinya dalam kasus ASABRI ini. "Tanya sana ke Jaksa," kata Sonny.

    Baca: Kejagung Selisik Peran Orang Dekat Tersangka Kasus ASABRI

    Sebelumnya, pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Fickar Hajar mendorong proses hukum dalam kasus korupsi harus menerapkan prinsip keadilan. Semua pihak yang terlihat harus diproses hukum.

    Pasalnya, ada keanehan besar yang dinilai belum terungkap dalam kasus ini. Salah satunya Sonny Widjaja yang pada awal menjabat Dirut ASABRI tidak pernah mengenal Heru Hidayat, namun tiba-tiba dalam waktu singkat dapat mempercayakan Heru Cs sebagai mitra ASABRI dalam mengelola investasi. Hal tersebut diduga ada campur tangan orang lain yang sangat berpengaruh.

    Fickar berharap dalam sidang-sidang selanjutnya akan terungkap siapa aktor intelektual dari kasus ASABRI ini.

    Sementara itu, tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) juga terus menyelidiki kasus rasuah di ASABRI. Kejagung memastikan bakal menyeret semua pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.

    "Akan terus kita dalami semua pihak yang diduga terlibat," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Supardi di Jakarta, Senin, 6 September 2021.

    Dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan sembilan tersangka. Antara lain, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, dan Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi.

    Sedangkan, tersangka dari internal ASABRI adalah dua mantan Direktur Utama, yakni Adam Rachmat Damiri (2012-2016) dan Sonny Widjaja (2016-2020). Kemudian, Direktur Investasi dan Keuangan 2012-2014 Bachtiar Effendi, Direktur Investasi dan Keuangan periode 2014-2019 Hari Setianto, serta Kepala Divisi Investasi 2012-2016 Ilham Wardhana Bilang Siregar.

    Sebagian besar tersangka sudah menjalani persidangan. Di tengah proses penyidikan, Kejagung kembali menetapkan satu tersangka, yakni Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Teddy Tjokrosaputro. Teddy merupakan adik dari Benny Tjokrosaputro yang ditetapkan sebagai tersangka lebih dulu.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id