Kemensos Arahkan Penyedia Bansos Beli Goodie Bag PT Sritex

    Fachri Audhia Hafiez - 09 Juni 2021 14:14 WIB
    Kemensos Arahkan Penyedia Bansos Beli <i>Goodie Bag</i> PT Sritex
    Sidang pemeriksaan saksi kasus korupsi paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Josep Pesik, mengaku mendapat arahan Kementerian Sosial (Kemensos) saat membeli goodie bag bantuan sosial (bansos) sembako covid-19. Perusahaannya disuruh membeli kantong sembako ke PT Sritex.

    "Arahan kantor Kemensos bahwa saya harus beli dari PT Sritex, goodie bag-nya," kata Rocky saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Juni 2021.

     



    PT Andalan Pesik International merupakan salah satu perusahaan penyedia bansos sembako dengan jumlah pengadaan 115 ribu paket. Perusahaan tersebut menyediakan bansos untuk tahap DKI Jakarta 1; Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek) 1, dan DKI Jakarta 3 dengan nilai Rp30 miliar.

    Ketika mendapat proyek penyediaan bansos, Rocky disuruh membeli tas dari seseorang bernama Muhamad Rakyan Ikram alias Iman Ikram dari PT Perca dan pegawai Bank Muamalat Agustri Yogasmara alias Yogas. Namun, arahan Kemensos mengubah rencana itu.

    Batalnya kesepakatan tersebut membuat Rocky diminta menyerahkan sejumlah uang kepada Iman dan Yogas. Rocky mengaku bertemu keduanya untuk menyepakati jumlah fulus yang mesti diberikan.

    "Waktu itu tawar menawar, akhirnya sepakat saya harus memberikan 40 persen dari keuntungan saya," ujar Rocky.

    Baca: Saksi Ungkap Anak Buah Juliari Bayar Pengacara Hotma Rp3 Miliar

    Rocky mengaku memberikan Rp670 juta kepada Iman dan Yogas. Uang hasil keuntungan ikut proyek bansos itu diberikan secara bertahap.

    "Kalau ke Pak Iman (saya menyerahkan) ke PT Perca. Kalau Yogas di area parkir Bank Muamalat (Jalan Prof Dr Satrio, Setiabudi Jakarta Selatan)," ujar Rocky.

    Rocky diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara. Juliari didakwa menerima suap Rp32,48 miliar. Uang haram tersebut diperoleh dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19.

    Juliari disebut menerima suap secara bertahap. Fulus Rp1,28 miliar diperoleh dari konsultan hukum Harry Van Sidabukke.

    Uang tersebut diterima pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Berikutnya, Juliari menerima Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.

    Juliari juga diduga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id