Polisi Bakal Periksa Saksi Ahli di Kasus Hadi Pranoto

    Siti Yona Hukmana - 11 Agustus 2020 18:49 WIB
    Polisi Bakal Periksa Saksi Ahli di Kasus Hadi Pranoto
    Hadi Pranoto (Foto: Antara/Arif Firmansyah)
    Jakarta: Polisi bakal memeriksa sejumlah saksi ahli dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong pembuat herbal antibodi covid-19, Hadi Pranoto dan YouTuber Erdian Aji Prihartanto alias Anji. Agendanya tengah disusun penyidik.

    "Saksi ahli yang juga dilakukan pemeriksaan yang pertama saksi ahli sosial, hukum, saksi ahli dibidang IT, dan juga saksi-saksi ahli terkait penelitian dalam arti obat tersebut kalau tidak salah dari Menristek," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Agustus 2020.  

    Penyidik Direktorat Reserse Krimimal Khusus Polda Metro Jaya telah memeriksa Anji pada Senin, 10 Agustus 2020. Dia diperiksa selama kurang lebih 10 jam dengan total 45 pertanyaan.

    Anji melakukan wawancara dengan Hadi di Pulau Tegal Mas, Provinsi Lampung pada Kamis, 30 Juli 2020. Anji mengaku kenal dengan Hadi pada Rabu, 29 Juli 2020

    "Intinya bahwa dia (Anji) mengetahui obat tersebut untuk membantu masyarakat agar bebas dari covid-19 ini," ungkap Yusri.

    Penyidik bakal memeriksa Hadi pada Kamis, 13 Agustus 2020. Keterangan Hadi diperlukan untuk mengklarifikasi ucapannya soal herbal antibodi yang diklaim mampu mencegah terjangkit covid-19.

    Baca: Polisi Periksa Hadi Pranoto Lusa

    Sebelumnya, Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid melaporkan Hadi Pranoto dan Anji ke Polda Metro Jaya, Senin, 3 Agustus 2020. Laporan ini buntut klaim Hadi yang mengaku telah menemukan obat covid-19 dalam wawancara di akun YouTube milik Anji.

    Konten YouTube yang ditayangkan musisi Anji pada Sabtu, 1 Agustus 2020, menuai polemik. Pendapat Hadi ditentang oleh akademisi, ilmuwan, ikatan dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, influencer, hingga masyarakat luas.

    Polisi telah melakukan gelar perkara. Kasus ini naik ke tahap penyidikan. Penyidik menilai wawancara Anji dengan Hadi Pranoto mengandung unsur pidana.

    Keduanya disangkakan melanggar Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45a Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id