Dugaan Korupsi ASABRI Diselisik Lewat 8 Saksi

    Theofilus Ifan Sucipto - 05 April 2021 19:48 WIB
    Dugaan Korupsi ASABRI Diselisik Lewat 8 Saksi
    Ilustrasi Kejaksaan Agung. MI Pius Erlangga.



    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa delapan saksi terkait dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Keterangan mereka untuk melengkapi alat bukti.

    “Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung memeriksa delapan orang saksi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Senin, 5 April 2021.






    Mereka, yakni Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti, TK; Direktur PT Mega Capital Investama; FF, dan Pengelola Saham PT Oso Management, HB. Kemudian, Karyawan PT Hanson International Tbk, JI, dan Komisaris PT Agro Artha Surya, RDS.

    Lalu, Direktur PT Bukit Berlian Plantations, RDS, Direktur PT Agro Artha Surya, ISA, dan karyawan PT Agro Artha Surya, F. “Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan,” papar Leonard.

    Leonard menyebut seluruh saksi diminta memberikan keterangan sesuai yang mereka dengar, lihat, dan alami. Informasi itu untuk membantu penyidik menemukan fakta hukum tentang korupsi di ASABRI.

    (Baca: Kejagung Kembali Sita Aset Benny Tjokro Terkait Kasus ASABRI)

    Kejagung menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi di ASABRI yang merugikan negara mencapai Rp23,7 triliun itu. Sebanyak dua tersangka merupakan terpidana kasus korupsi Jiwasraya, yakni Benny Tjokrosaputro (BTS) dan Heru Hidayat (HH).
     
    Lalu, tujuh lainnya, ialah Direktur Utama (Dirut) ASABRI periode 2011-Maret 2016, Adam Rachmat Damiri (ARD); Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020, Sonny Widjaja (SW); Dirut Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014, BE; Dirut ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019 HS. Kemudian, Kepala Divisi Investasi ASABRI periode Juli 2012-Januari 2017, Ilham W Siregar (IWS); Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi (LP); dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship Jimmy Sutopo (JS).
     
    Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
     
    Mereka juga dijerat Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id